• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Akulaku, Generator Penggerak Sektor UMKM di Berbagai Pelosok Nusantara

20 August
13:05 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang :Debur ombak menghempas tepian Pantai Jati berpasir putih yang berkilauan dari kejauhan. Mentari pagi menyapa  nelayan-nelayan  di Desa Tuapeijat, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang ketika itu asik menjemur ikan hasil tangkapan laut untuk dikeringkan. Ikan asin Mentawai memang cukup ternama dengan cita rasanya yang demikian khas. Tidak heran,  jika  tamu atau wisatawan yang datang dari berbagai daerah rela berburu oleh-oleh  ini hingga ke Pantai Jati yang merupakan sentra pengolahan ikan asin terbesar di Mentawai.

Saat RRI Padang mengunjungi kawasan Pantai Jati, terpantau, hampir setiap pemilik rumah,  menata wadah yang berisi aneka jenis ikan yang telah diolah. Saoko, nelayan Pantai Jati ini   mengaku cukup terbantu dengan usaha sampingan  yang ditekuni bertahun-tahun bersama  istrinya, Bima.  Awalnya,   ikan asin yang diolah dengan  jumlah terbatas hanya untuk pemenuhan kebutuhan keluarga. Seiring berjalannya waktu,  minat beli masyarakat pun meningkat. Permintaan datang dari berbagai konsumen, bahkan sampai ke luar provinsi Sumatera Barat. Kemajuan yang diperoleh sebagaimana diakui bapak 3 tiga anak ini tidak terlepas dari peran PT Maxima Auto Finance yang telah berganti nama menjadi PT Akulaku Finance Indonesia. Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-436/NB.11/2018 tanggal 18 April 2018 yang memberikan perizinan usaha kepada PT Akulaku Finance Indonesia  tidaklah sia-sia.

Buktinya, praktik usaha yang tahun ini sudah menapaki  usianya yang ke-3 tahun,  nyatanya memberi manfaat besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat di berbagai daerah. Mentawai yang dikenal sebagai daerah 3 T pun  masuk dalam  sasaran penyaluran kredit sektor UMKM tersebut.

Keluhan yang dihadapi  dalam  perluasan usaha  teratasi dengan adanya  lembaga pembiayaan  keuangan yang menganut  metode peminjaman secara praktis ini. Dalam rentang waktu yang terbilang singkat, Akulaku  sebagai salah satu fintech yangoperasionalnya terdaftar di OJK berupaya  menjawab keluhan peminjam modal. Usaha ikan asin milik Saoko pun mulai menunjukkan berbagai kemajuan, salah satunya peningkatan jumlah produksi ikan asin.

“Modal yang didapat dari pinjaman selanjutnya dipergunakan untuk  keperluan usaha. Ikan asin tersebut dikemas dalam kemasan yang menarik dengan menggunakan  peralatan yang dapat menampung produksi  lebih banyak,” ujarnya kepada RRI, Minggu, (30/6/2019).

Hal senada  dilontarkan Aan Sababalat, pelaku usaha keripik singkong yang  sebelumnya pesimis  terhadap kelangsungnya usaha yang dijalaninya.  Berbekal informasi yang diperoleh dari salah seorang rekannya, Aan mencoba peruntungan dengan mengajukan pinjaman kredit pada aalah satu fintech yang diakui perizinannya oleh OJK.  Metode peminjaman modal yang mengutamakan cara-cara praktis tersebut   nyatanya diburu  para peminjam modal yang sebagian besar pelaku usaha yang bergerak pada sektor UMKM.

  
“Banyak persyaratan yang dipenuhi  ketika berurusan dengan perbankan. Beda dengan fintech  yang proses pencairan dananya lumayan cepat dengan persyaratan yang juga tidak memberatkan peminjam modal,” ungkap pribumi asal Tuapeijat itu, Minggu, (30/6/2019).

Keresahan Aan  pun akhirnya terjawab. Kini hasil panen singkong di kebun   bisa diberdayakan secara optimal. Berbekal  modal pinjaman dari Akulaku, Aan membeli peralatan yang lebih canggih. Hasil kebun tidak lagi membusuk karena kemampuan alat produksi yang sebelumnya terbatas. Dalam sehari usaha keripik singkong milik Aan mampu memproduksi 30 hingga 35 kilogram keripik singkong dengan area pemasaran yang lebih luas.

Penyaluran modal fintech dinilai sebagai  solusi tepat bagi pelaku usaha yang selama ini terkendala mendapatkan modal dari perbankan. Sebagai regulator, OJK sebagaimana diungkapkan Kepala OJK Sumatera Barat, Darwisman ibarat malaikat penolong yang memberi secercah harapan bagi orang-orang yang mengalami dilema dari sisi pendanaan.

Pembiayaan kredit multiguna yang disalurkan dalam hitungan per detik, menorehkan sejuta harapan dan masa depan bagi kalangan yang kurang mapan dari sisi pendanaan atau pun permodalan. Dengan cara-cara inovatif, pengembangan teknologi keuangan digital diharapkan mampu merangkul dunia usaha, menembus pelosok-pelosok negeri  guna merangsang tumbuh kembang ekonomi produktif yang berawal dari usaha kecil.  

Data nasional yang dihimpun  bulan Januari 2019 menyebutkan, jumlah akumulasi penyaluran pinjaman mencapai Rp 25,59 triliun dari total 99 fintech pembiayaan yang terdaftar di OJK. Bukan hal yang berlebihan,  jika inovasi dan kreativitas berbasis digital digadang-gadang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya. Kepraktisan menjadi dasar utama orang memilih cara yang lebih mudah  dalam pemenuhan kebutuhan, khususnya modal usaha.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00