• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Pantau Rutin Perilaku Warga Binaan Pemasyarakatan

14 August
12:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang : Virus HIV/AIDS tidak hanya mengincar  Warga Binaan Pemasyarakatan - WBP yang terlibat kasus narkoba, namun juga WBP dari kasus lainnya.// Menyikapi persoalan tersebut,   lembaga pemasyarakatan di Sumatera Barat secara rutin terus memantau perkembangan perilaku dan kondisi kesehatan  warga binaan, sebagaimana diungkapkan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat, Sunar Agus kepada RRI,  Rabu, (14/8/2019).

Menurutnya,  banyak hal yang menjadi pertimbangan  pihak lapas dan rutan untuk memantau secara ketat kondisi kesehatan narapidana, khususnya warga binaan yang telah terinveksi virus HIV/AIDS.   Dari segi kesehatan mereka terbilang rentan,  karenanya  ada  perlakuan khusus yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam artian tidak  mengabaikan ketentuan  hukum yang mesti mereka taati. Lebih lanjut Sunar Agus menuturkan, khusus warga binaan yang  sudah terinveksi virus mematikan tersebut,  lembaga pemasyarakatan menerapkan  upaya rehabilitasi mencakup rehab medis dan rehab non medis.

''Untuk memudahkan proses rehab medis warga binaan pemasyarakatan yang terinveksi virus HIV/AIDS,  pihak pemasyarakatan menetapkan dua lokasi untuk kegiatan tersebut yakni Kota Padang dan Bukittinggi,'' paparnya.

Untuk optimalnya layanan  kesehatan  warga binaan pemasyarakatan, tim kesehatan lapas bekerjasama dengan rumah sakit luar termasuk dinas kesehatan yang ada di daerah setempat. Pelayanan kesehatan  WBP tetap menjadi hal yang prioritas meski dalam pelaksanaannya, banyak kendala yang dihadapi terkait minimnya fasilitas dan sarana prasarana pendukung layanan kesehatan.    Hampir  semua unit membutuhkan pelayanan kesehatan, namun karena keterbatasan yang ada, rehab medis untuk WBP terinveksi  virus HIV/  AIDS hanya difokuskan pada dua  daerah.  Ia berharap dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan layanan kesehatan, tidak hanya pemerintah,   namun juga  keluarga yang mestinya memberikan support kepada  anggota keluarganya yang  terinveksi virus mematikan dimaksud. Kecenderungan yang ditemui di lapas-lapas, WBP yang terinveksi virus HIV/AIDS umumnya  dikucilkan  pihak keluarga. Rasa malu menyebabkan pihak keluarga tidak lagi peduli  terhadap mereka yang membutuhkan perhatian dan support dari orang-orang terdekat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00