• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Tahun ini, Pawai Telong-Telong di Padang Diikuti Pengelola Hotel

19 July
17:47 2019
0 Votes (0)

KBRN,Padang: Pelaksanaan pawai telong-telong atau lampion, yang menjadi rutinitas menyambut hari jadi Kota Padang tahun ini dipastikan mengalami perbedaan. Sebab tahun 2019, pawai juga diikuti pengelola hotel yang ada di kota ini.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Arfian mengungkapkan, tahun-tahun sebelumnya, pawai telong-telong hanya diikuti perwakilan dari kelurahan dan kecamatan. Namun tahun ini sejumlah penggelola hotel menyatakan keikutsertaannya. Hal itu menrupakan kemauan dari pihak hotel sebagai bentuk dukungan kepada Pemko Padang, khususnya di bidang pariwisata.

“Pengelola hotel di Kota Padang mengaku sangat senang jika dapat dilibatkan dalam kegiatan tahunan Kota Padang ini,” kata Arfian, Jumat (19/7/2019) di Padang.

Ia menyampaikan, menindaklanjuti keikutsertaan penggelola hotel, saat ini panitia melakukan seleksi guna menentukan urutan dan teknis kegiatan. Sebab pelaksanaan pawai telong-telong hanya tinggal hitungan hari.

“Sekarang tinggal mematangkan teknis penyelenggaraan pawai telong-telong agar dapat berjalan dengan lancar,” sebutnya.

Arfian menambahkan, telong-telong sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan dalam rangka menyambut HUT Kota Padang. Biasanya digelar satu hari sebelum hari jadi Kota Padang yakni pada 6 Agustus malam. Tahun ini, Kota Padang akan merayakan HUT yang ke 350 tahun, pada 7 Agustus mendatang.

Pawai telong-telong tak hanya sekadar festival biasa, tetapi ada sisi sejarah panjang yang terkandung di dalamnya. Sejarrah telong-telong bermula dari masa penjajahan VOC Belanda, tepatnya di tahun 1669 silam. Ketika melakukan penyerangan terhadap penjajah, masyarakat menggunakan telong-telong sejenis lampion sebagai peralatan seadanya yang dipasang di sekitar kamp-kamp musuh, sehingga membuat lengah pengawasan.

“Lewat telong-telong masyarakat Padang sukses memporak-porandakan pertahanan Belanda yang sedang menjajah Indonesia kala itu,” ungkapnya. (MO)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00