• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Jejak Langkah Anak Negeri Menyongsong Era Kejayaan Demokrasi

31 May
09:57 2019
0 Votes (0)

 

KBRN, Padang : Deru tapak kuda memecah keheningan, bergema di selingkar lembah dan perbukitan hijau berpagar jurang terjal dan dalam. Ratusan kilogram beban yang tidak lain logistik untuk keperluan Pemilihan Umum 2019 bertumpu erat di punggung kuda yang ketika itu melaju  dari kejauhan, menyisir  rata setapak berbatu dalam pekatnya lumpur coklat berwarna kemerah-merahan.

Sepintas, di lekuk siang berhawa sejuk itu, angin sepoi-sepoi menepis gerimis, sisa hujan lebat yang mengguyur negeri setempat. Kuda beban yang ditunggangi lelaki muda itu kian jauh dari penglihatan,  bergerak menuju ke sebuah nagari yang berada di punggung bukit. Ya, Nagari Garabak Data yang berada di Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok ini termasuk salah satu nagari terkebelakang yang hingga detik ini masih memanfaatkan jasa kuda beban.

Sebagian masyarakat mungkin ada yang penasaran dan bertanya tentang sisi unik dan keunggulan lain yang dimiliki hewan pelari tersebut. Di era yang super canggih dan serba modern ini, ternyata masih ditemui masyarakat yang masih menggunakan alat transportasi tradisional di zaman terdahulu. Jawabnya sederhana dan cuma satu kata, ya keterbelakangan.

Untuk akses masuk ke nagari yang berjarak sekitar 100 kilometer dari pusat kota, pendatang atau tamu yang baru pertama kali berkunjung, agaknya harus berjuang keras. Selain kondisi geografis alam, peribahasa sehari-hari yang menyatakan, untuak sampai ka Garabak Data, tigo kali bacakak jo harimau nyatanya bukan  lelucon atau candaan belaka. Banyak tantangan dan risiko yang dilewati untuk sampai ke nagari setempat mengingat di sepanjang ruas jalan yang lebarnya sekitar 3 meter itu,  di kanan kirinya  menganga jurang yang cukup dalam dengan ketinggian mencapai ribuan kaki. Jalanan yang belum beraspal itu dipenuhi bebatuan dan lubang-lubang besar yang menyulitkan  roda kendaraan, menapaki nagari berpenduduk sekitar 600 Kepala Keluarga itu.

Akses masuk ke nagari kian terasa sulit jika suasana mulai gelap. Nagari yang dilingkari bukit dan lembah hijau itu belum  dimasuki jaringan penerangan. Berbagai aktifitas umumnya dilakukan warga siang hari, termasuk pengangkutan logistik Pemilu 2019 yang berulang kali menggunakan jasa kuda beban. Ketua PPK Kecamatan Tigo Lurah, Rahmadani Syahputra kepada RRI mengatakan, meski hidup dalam keterbatasan sarana prasarana, tidak menjadikan warga  pesimis dan antipati terhadap kelangsungan proses demokrasi di daerah. 

''Peristiwa cukup mengharukan yang membuat hati terenyuh terjadi pada pemilihan umum 17 April 2019. Untuk sampai ke TPS, satu keluarga yang terdiri dari ibu bapak dan dua anak rela menempuh perjalanan yang melelahkan selama berjam-jam, menyeberangi sungai dengan membawa serta dua anak yang masih kecil,'' ujarnya kepada RRI, Kamis, (23/5/2019).

Begitu besar harapan yang ditumpangkan masyarakat kepada  siapa pun calon penguasa negari hingga apa pun dilakukan demi menunaikan kewajiban selaku warga negara yang sadar demokrasi. Begitulah adanya, kedua bocah didudukkan di atas punggung kuda, sementara ibu bapaknya berjalan mengiringi kuda beban yang ditunggangi kedua bocah.

Begitu antusiasnya warga, hingga tidak terpikirkan lagi jarak puluhan kilo yang ditempuh hanya dengan beralaskan kaki seadanya. Alhasil, dalam beberapa periode pemilihan umum, tingkat partisipasi warga Nagari Garabak Data terbilang  cukup tinggi, bahkan mencapai 80 persen. 

Begitu bermaknanya penyelenggaraan pesta demokrasi di daerah hingga menyebabkan nagari terisolir ini selalu mendapat perhatian cukup besar dari pihak penyelenggara pemilu, sebagaimana diungkapkan Komisioner KPU Divisi SDM Kabupaten Solok, Jonsmanedi. Jonsmnedi menuturkan, partisipasi suara pemilih di Nagari Garabak Data terbilang cukup tinggi. Hal itulah yang mendorong KPU setempat memberikan perhatian lebih kepada warga Nagari Garabak Data. Untuk berjaga-jaga, penyaluran logistik diupayakan jauh-jauh hari. Jika penyaluran logistik di daerah lain diperkirakan  hanya memakan waktu satu atau dua jam, khusus Garabak Data, toleransi yang  diberikan cukup panjang, apalagi jika musim penghujan, jarak tempuh bisa mencapai tujuh jam perjalanan. Perjalanan pun terasa makin mendebarkan jika melihat ketinggian tebing dengan jurang dalam yang menganga lebar di sekeliling.

''Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pengiriman logistik ke Nagari Garabak Data  pun diupayakan seaman mungkin. Logistik yang akan dikirim terlebih dahulu dimasukkan ke dalam kardus dan dibungkus dengan plastik. Langkah antisipasi tersebut dilakukan untuk keamanan logistik,'' paparnya.

Selain berkorban waktu dan tenaga, dari segi anggaran, biaya transportasi logistik ke Nagari Garabak Data yang dianggarkan KPU Kabupaten Solok juga berbilang cukup besar. Untuk satu kali pengiriman logistik menggunakan jasa kuda beban dibutuhkan anggaran sekitar delapan ratus ribu rupiah. Bayangkan jika ada sepuluh kali pengiriman logistik atau lebih, biaya yang dikeluarkan semakin besar dan jauh melebihi daerah lain.

Namun apa pun itu, setiap perjuangan menuntut kerja keras dan pengorbanan satu sama lain. Sukses tidak diperoleh begitu saja, ada liku perjuangan yang mesti dilalui. Sama halnya kerja keras para petugas dan pihak lain yang bekerja atas nama negara. Dengan menempuh upaya-upaya yang maksimal, tentunya berbalas dengan capaian yang juga menggembirakan. Terbukti, Nagari Garabak Data yang dari segi geografis berada di pelosok negeri, ternyata  memiliki warga dengan  semangat demokrasi yang tinggi. Partisipasi suara pemilih yang mencapai 80 persen, bukti nyata keseriusan semua pihak berpartisiapsi menyukseskan pesta demokrasi di daerah.

Wiza, salah seorang kaum milenial yang masih bertahan  di Nagari Garabak Data berharap, sukses  pemilu 2019 memberi makna tersendiri  bagi perubahan pola kehidupan masyarakat di daerah-daerah terisolir. Sejatinya, kepercayaan yang dipersembahkan rakyat  terhadap  para pemimpin bangsa tidak sia-sia adanya. Demokrasi membuka ruang apirasi seluas-luasnya bagi rakyat dan tidak sekedar janji manis pelepas tanya. Demokrasi betul-betul menuntun rakyat sampai pada tujuannya, Demokrasi Tertata, Rakyat Sejahtera.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00