• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Daerah Dengan Kasus Stunting Tinggi di Sumbar Bertambah

12 March
15:38 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang; Kasus stunting atau anak bertubuh pendek semakin meluas di Sumatera Barat (Sumbar). Berdasar rapat kerja daerah (Rakerda) BKKBN dengan pemerintah daerah di Sumbar, terpapar data, jumlah daerah dengan kasus stunting bertambah satu daerah.

Tahun 2018 lalu, daerah dengan angka stunting yang tinggi, masing-masing Pasaman dan Pasaman Barat. Sementara tahun ini bertambah satu daerah, yakni Kota Solok.

"Ini pekerjaan berat. Dinas Kesehatan, BKKBN, serta Kepala Daerah harus fokus menuntaskan masalah ini. Apalagi ada anggaran dari daerah dan pusat. Pergunakan untuk melengkapi gizi ibu hamil dan balita. Membangun jamban yang layak supaya kasus diare tidak menyerang anak-anak. Sebab itu juga memicu stunting," ungkap Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, usai Rakerda BKKBN, di Padang, Selasa (12/3/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Utama BKKBN RI, Nofrijal menjelaskan, dalam memerangi masalah stunting, BKKBN akan memberikan edukasi dan pendampingan pada ibu yang memiliki bayi. Tujuannya agar para ibu benar-benar memberikan gizi yang cukup pada anak mereka. Sebab stunting juga disebabkan kurangnya asupan gizi pada anak.

"Yang bisa dilakukan BKKBN dalam masalah stunting yakni melalui program usaha peningkatan gizi masyarakat. Hal ini pernah dilakukan tahun 80 an. Orang tua dibekali pengetahuan tentang pola pemberian gizi yang tepat bagi masyarakat," ulasnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Sumbar, Syahruddin mengungkapkan, beragam penyebab stunting. Mulai dari pernikahan usia dini, ibu hamil dan balita kurang asupan gizi, sampai kondisi lingkungan yang tidak sehat. Penuntasan kasus stunting di daerah butuh waktu yang cukup lama, sehingga diperlukan penanganan berkelanjutan. Hasilnya pun tidak bisa dilihat dalam waktu satu dua tahun, melainkan 5 hingga 10 tahun ke depan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00