• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Telkomsel, Urat Nadi Penopang Geliat Perekonomian Masyarakat Bumi Sikerei

5 January
18:22 2019
0 Votes (0)

KBRN, Padang : Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat, banyak hal yang bisa diperbuat untuk merubah keadaan menjadi lebih baik demi sebuah harapan. Dalam samar aku terpana,  menyaksikan perubahan demi perubahan. Sungguh kenyataan yang membuat jiwaku merasa kagum dan takjub. Sesuatu yang menurutku, bertolak punggung dengan keadaan sebelumnya.

Masih segar dalam ingatan, kehancuran yang melanda Bumi Sikerei ketika itu. Gempa berkekuatan 7,2 SR  yang disusul tsunami dengan ketinggian gelombang laut mencapai  30 meter telah meluluhlantakkan negeri di seberang lautan itu. Apa dikata, musibah yang telah menelan korban ratusan jiwa itu menyisakan duka mendalam  bagi warga di lokasi bencana. Untuk bangkit secepatnya, bukan hal mudah. Perekonomian masyarakat lumpuh seketika dikarenakan terputusnya berbagai akses yang menopang sendi-sendi kehidupan masyarakat daerah, salah satunya sarana untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Pada masa-masa sulit itulah, Telkomsel menunjukkan jati diri, sisi nyata yang menggambarkan naluri kepedulian Telkomsel membantu recovery pasca bencana alam Mentawai. Dari lima BTS yang ada, hanya tiga yang dinyatakan masih berfungsi,  dua BTS lainnya kehilangan pasokan energi.

Kesungguh-sungguhan Telkomsel melayani kebutuhan masyarakat  di daerah bencana  telah memperlihatkan hasil yang menakjubkan. Peningkatan kualitas jaringan  terus diagendakan, hingga suatu ketika, pulau yang menyandang julukan Bali Kedua ini mampu melahirkan berbagai potensi ekonomi kreatif yang jika dikembangkan secara maksimal, berbuah sejahtera untuk orang-orang yang hidup  di sekitarnya. Dalam beberapa tahun ke depan, Mentawai menggeliat, bersamaan dengan kabar gembira yang dilayangkan perusahaan penyelenggara jasa komunikasi pada bulan Januari 2017. Telkomsel merambah daerah 3T itu, meluncurkan satelit Telkom 3S, satelit ke-7 seberat 3.500 kilogram dengan masa aktifnya hingga 15 tahun.

Keseriusan dan komitmen kuat Telkomsel sejalan dengan harapan Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit yang sejauh ini berupaya menuntaskan titik tanpa sinyal di daerah kepulauan tersebut. Pemerintah provinsi Sumatra Barat mengajukan permintaan 22 unit BTS untuk daerah pedalaman Mentawai. Bahkan untuk meratanya layanan jasa komunikasi, Nasrul Abit meminta segera dilakukan pendataan  kecamatan-kecamatan tertinggal untuk pengajuan pembangunan BTS. 

“Dengan berkurangnya daerah tanpa sinyal, akses informasi jauh lebih lancar dan kelanjutannya berdampak terhadap geliat perekonomian masyarakat daerah,” ujarnya kepada RRI, Sabtu, (5/01/2019). 

Melengkapi Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan infrastruktur komunikasi adalah langkah strategis untuk pengembangan berbagai potensi ekonomi daerah. Dengan kelengkapan sarana prasarana komunikasi tersebut, apa pun ragam komoditas bisa diberdayakan untuk menunjang pendapatan masyarakat yang sebagian besar hidup bertani dan melaut. 

“Bertandan-tandan pisang dihasilkan dari kepulauan setempat, demikian pula buah duriannya yang terkenal nikmat. Bermacam jenis ikan  yang hidup kawasan laut berbatasan langsung dengan Samudera Hindia itu. Potensi perikanan yang begitu besar hanya akan bisa diberdayakan secara optimal  jika didukung sarana komunikasi yang ideal, dalam artian mampu memenuhi kebutuhan masyarakat daerah,” papar Nasrul Abit.

Akan sia-sia pengorbanan pemerintah provinsi Sumatra Barat yang selama ini memperjuangkan Mentawai sampai ke pusat untuk dijadikan pusat pengembangan perikanan dalam negeri tanpa didukung layanan komunikasi yang optimal. Bagaimana bisa mempromosikan sudut-sudut keindahan alam Mentawai kepada para pemburu ombak yang hobi berselancar, jika untuk berkomunikasi saja, satu sama lain sudah tidak bisa saling merangkul. Mimpi bisa mendatangkan wisatawan ke Macaronis, pulau cantik yang diibaratkan surga jika julukan 3T  yang melekat kuat untuk Mentawai tidak segera dilepas. 

Pemerintah setempat sendiri juga tidak tinggal diam dan berpangku tangan. Untuk pemerataan layanan komunikasi menembus daerah-daerah pedalaman, Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kepulauan Mentawai gencar melobi pusat untuk penambahan jatah BTS. Kepala Dinas Kominfo Mentawai, Joni Anwar mengatakan, tahun 2018 pihaknya mengusulkan pemasangan 70 BTS. Selain usulan penambahan BTS, Kementerian Kominfo pada tahun yang sama juga meng-upgrade lima dari tujuh set tower yang dibangun dari dana CSR Telkomsel.

“Pengembangan ekosistem digital selayaknya dapat merubah keadaan menjadi lebih baik dan meningkatkan produktifitas masyarakat, baik dari segi perekonomian, sosial budaya maupun pariwisata,” ungkapnya.

Negeri berkolam susu dan kail jalanya yang sanggup menghidupi itu harus dibebaskan dari persoalan  infrastruktur yang selama ini melilit perekonomian masyarakat daerah. Komunikasi membuka peluang orang bisa lebih leluasa berproduksi, memberdayakan secara maksimal potensi yang ada untuk meningkatkan pendapatan yang ujung-ujungnya bermuara pada peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat daerah. Pisang yang bertandan-tandan dalam perumpamaannya tidak lagi membusuk percuma. Keindahan alam Mentawai yang menawan, setiap waktu dapat didengungkan di udara, menembus pelosok nusantara bahkan dunia internasional  hanya dengan akses komunikasi yang intens. 

Melihat kenyataan sekarang ini, tidak percuma komitmen dan perjuangan Telkomsel merambah belantara hijau Mentawai, menjajal pelosok pulau-pulau dikarenakan hasilnya secara bertahap sudah bisa dinikmati masyarakat daerah. Rupiah terus mengalir ke daerah ini  dan dalam beberapa tahun terakhir ini, Mentawai kian hangat dalam ingatan para pemburu ombak yang pada musim tertentu, sengaja meluangkan waktu berlibur di pulau cantik Macaronis. Ekonomi tumbuh subur, usaha-usaha kreatif berbasis kerakyatan pun bermunculan dengan dukungan ekosistem digital yang siap melayani kebutuhan masyarakat daerah kapan dan dimana pun. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00