• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Hindari Jembatan Putus Kayu Tanam, 80 Siswa SMP Negeri 1 Sibolga Terjebak Longsor di Sitinjau Lauik

14 December
13:06 2018
0 Votes (0)

KBRN, Padang; Belasan anak-anak berwajah lusuh, duduk di tepi jalan Indarung Raya, Kota Padang, bersama tumpukan tas koper. Mereka tak menghiraukan suasana sekitar, melainkan terlihat menikmati makanan dan minuman yang dibeli dari toko sekitar, dengan lahap.

“Dari semalam belum makan,” ucap Linda, satu dari puluhan anak-anak itu pada RRI Padang, Jumat pagi (14/12/2018).

Tak lama berselang, sebuah mini bus polisi terlihat datang di sekitar lokasi, menurunkan belasan anak-anak. Mereka ternyata satu rombongan, yakni dari SMP Negeri 1 Sibolga, Sumatera Utara, yang dievakuasi dari titik longsor jalur nasional Padang-Solok, tepatnya di Panorama 2 Sitinjau Lauik.

Nisa salah seorang siswi dari rombongan itu mengakui, sudah terjebak kemacetan di jalur Padang-Solok sejak Kamis sore 13 Desember 2018. Ternyata kendaraan tidak lagi bisa bergerak pada malam harinya, karena longsor menutup jalur itu.

“Mobil yang kami tumpangi tidak apa-apa. Tapi ada bus yang ada di depan kami terguling kena longsor. Kami terpaksa tidur di bus aja semalaman, tidak ada makanan,” ucapnya.

Tak jauh dari tempat Nisa duduk, berdiri pria menggenakan kaos merah yang terlihat tegang dan sibuk. Ia adalah Suryadi, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sibolga. Memastikan seluruh rombongan selamat.

“Alhamdulillah kami rombongan 3 mobil, yakni 2 bus, 1 pickup. Jumlahnya 80 orang, semua selamat,” ucapnya.

Pria berkacamata ini membeberkan, rombongan yang dipimpinnya akan mengikuti lomba marching band nasional di Universitas Andalas, Padang. Kontingen telah berangkat dari Sibolga sejak Selasa 12 Desember, harapannya sampai di Padang Kamis sore 13 Desember. Awalnya, ingin melewati jalur Buktinggi, namun ada bencana jembatan putus di Kayu Tanam, Padang Pariaman.

“Karena ada jalur putus, maka direncanakan lewat Sicincin-Malalak. Namun bus kami besar, tidak mungkin lewat situ. Jalan satu-satunya harus lewat Solok, yang ternyata justru longsor,”

Dengan wajah pasrah, Suryadi mengaku tetap akan pergi ke Universitas Andalas Padang bersama siswa-siswinya. Namun untuk keikutsertaan dalam lomba marching band nasional tak bisa dipastikan.

“Lomba mulai hari ini, tapi kalau kondisi anak-anak tidak memungkinkan, kami tidak paksakan, yang terpenting bagi kami anak-anak selamat,” jelasnya.

Bagi Suryadi, mengikuti lomba marching band nasional di Padang merupakan keinginan besar yang telah dipersiapkan dengan matang melalui latihan rutin setiap pekan. Ternyata tantangan perjalanan darat yang dilalui sangatlah berat. Jangankan piala, iku tserta saja tak bisa dipastikan. Namun tak mengapa baginya, jika keinginan berlomba harus tertunda. Sebab keselamatan menjadi nikmat utama yang harus disyukuri.

Baca juga : Jalur Padang-Solok Putus Akibat Longsor, 5 Orang Korban

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00