• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

30 Ribu Penderita Katarak Disumbar Belum Terjangkau Pengobatanya

10 October
17:53 2018
0 Votes (0)

KBRN, Padang: Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) cabang Sumbar Dokter Heksan SpM, Rabu(10/10/18) mengatakan, berdasarkan data statistic hingga tahun 2018 ini di  Sumatera Barat masih tercatat 30.000 orang  yang mengalami  ganguan mata katarak, namun belum terjangkau  proses pengobatannya.  belum terjangkau nya pengobatan penderita mata katarak tersebut, menurut Dokter Heksan dikarenakan beberapa faktor diantara  dulu biaya pengobatan mahal, jarak dari tempat pengobatan, dan sikap dari masyarakat yang menganggap mata telah buta tersebut dari allah.

 Selain itu pertumbuhan ganguan mata karena katarak setiap tahun juga mencapai 5 ribu orang. Diakui  Dokter Heksan , permasalahan yang dialami dalam pengobatan  penderita katarak yakni susahnya penanganan dalam proses penyembuhan tersebut dikarenakan adanya beberbagai masalah yang menghambat untuk mengatasi masalah kebutaan karena katarak, yakni Kemauan tim melakukan operasi mata katarak tidak sebanding dengan pertumbuhan katarak yang cukup tinggi sehingga terjadi pernumpukan katarak pada wilayah tertentu.

  Hal itu disampaikan Dokter Heksan  sehubungan dengan peringatan hari penglihatan sedunia yang diperingati setiap hari kamis minggu kedua bulan Oktober.Katarak merupakan kondisi saat lensa mata keruh karena penuaan, biasa katarak terjadi pada orang dewasa yang usianya 50 an, selain itu penderita penyakit tertentu seperti diabetes juga bisa menyebabkan katarak.Katarak merupakan salahsatu penyebab ganguan mata yang bisa mengakibatkan kebutaan , namun masih bisa diobati.

“ Mengurangi angka penderita katarak tersebut, sebelumnya pihaknya telah berupaya melakukan pengobatan mata katarak melalui kegiatan yang dilakukan bersama  LSM, namun kegiatan tersebut saat ini sudah terhenti”, Ungkap Heksan

Meski demikian saat ini masyarakat  Sumatera Barat dapat mengobati mata katarak secara gratis melalui BPJS  mengingat 80 persen masyarakat Sumatera Barat telah ikut dalam BPJS, hal itu tentunya memberi harapan untuk mengatasi masalahan kebutaan yang disebabkan oleh katarak.

“ Selain itu Dengan adanya layanan pengobatan katarak melalui BPJS, pengobatan penderita katarak pada rumah sakit mengalami peningkatan” , jelas Heksan.

    Untuk itu sehubungan dengan peringatan hari penglihatan sedunia, pihaknya menghimbau agar masyarakat dapat  menjaga mata , menghargai mata, merawat dan menjaga amata agar tetap sehat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00