• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan

Masjid Tanpa Kubah Lokasi Foto Favorit Lebaran

20 June
19:05 2018
0 Votes (0)

KBRN, Padang; Ketika matahari mulai berjalan menuju senja, ribuan wisatawan silih berganti memadati Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar), yang berdiri megah persis di simpang jalan Khatib Sulaiman dan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Kota Padang.

Masjid yang dibangun pada 21 Desember 2017 ini, menjadi lokasi pelepas lelah wisatawan yang seharian berkunjung menikmati wisata pantai di Kota Padang. Kedatangan wisatawan tak hanya untuk beribadah. Mereka juga menumpahkan kekaguman,  dengan berfoto berlatar Masjid Raya Sumbar. 

Keunikan Masjid Raya Sumbar yang selalu menjadi sumber kekaguman pengunjung, yakni dikenal tak memiliki kubah, melainkan beratap “gonjong” khas Minangkabau. Menjulang tinggi dan lancip di empat bagian sudutnya, yang sebenarnya mengadopsi kain empat persegi yang menjadi pegangan empat suku kabilah ketika berebut meletakkan Hajar Aswad  ke sudut Ka’bah.

“Saya Anas dari Suliki Kabupaten Solok. Liburan ke Pantai Air Manis di Padang, lalu bersama saudara mampir ke sini (Masjid Raya Sumbar), kubahnya bagus,” ungkapnya pada RRI, Rabu (20/6/2018)

Arsitektur Masjid Raya Sumbar yang dirancang arsitek Rizal Muslimin, pemenang sayembara desain  Masjid Raya pada 2007 lalu, memang sangat mengagumkan. Masjid yang mampu menampung 20 ribu jemaah ini dibangun pada lahan seluas 40,98 hektar. Bangunan utama seluas 18 ribu meter persegi. Pengerjaannya dilakukan bertahap, sebab anggaran yang dibutuhkan sangatlah besar. Delapan tahap telah dilalui. Kini masjid kebanggan masyarakat Sumatera Barat ini telah berdiri megah, dengan ukiran kaligrafi berwarna keemasan di sekeliling atapnya. 

“Saya sudah dua kali kesini (Masjid Raya Sumbar). Dulu belum jadi betul, yang ini sih kelihatan sudah bagus. Jelas arsitekturnya bagus, tak ada kubah tapi mencerminkan nilai Minangnya,” ulas Reza pengunjung dari Pekanbaru.

Masjid Raya memiliki dua lantai, yakni lantai dasar dan lantai utama. Untuk menuju lantai utama, masyarakat bisa berjalan menaiki tangga ataupun jalan mendaki yang disediakan. Sesampainya di lantai utama, pengunjung akan dimanjakan dengan susasana sejuk. Sebab ada kolam ikan yang dibangun di tepi-tepinya.

Tak ayal, keindahan Masjid Raya Sumbar, mampu menjadi daya tarik wisata. Ditambah lagi telah tuntasnya menara masjid setinggi 85 meter di bagian samping, yang rencananya bisa diakses oleh pengunjung.

Di penghujung libur lebaran, tingkat kunjungan menuju Masjid Raya Sumbar sangat tinggi. Hal ini pun menjadi berkah bagi pedagang makanan dan minuman yang sehari-hari mangkal di pelataran masjid. Firman misalnya, pedagang es cendol. Di hari biasa, hanya mampu menjual satu panic cendol, sedangkan pada musim libur lebaran ini, setiap harinya mampu menjual 4 panci cendol.

“Jualnya satu bungkus Rp5.000. Alhamdulillah ramai. Bisa habis empat panic dalam sehari. Kalau hari biasa satu panic saja susah,” ungkapnya.

Sesuai keinginan ketika mendirikannya, Masjid Raya Sumatera Barat, tak sekedar menjadi tempat ibadah, melainkan hadir sebagai ikon wisata halal. Semakin mengukuhkan Sumbar sebagai wisata halal dunia yang pantas dikunjungi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00