• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Borax dan Rhodamine Masih Ada Dalam Makanan Berbuka di 5 Daerah

3 June
05:22 2018
1 Votes (4)

KBRN, Padang; Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Padang masih menemukan penggunaan zat kimia berbahaya dalam makanan dan minuman berbuka yang dijajakan selama Ramadan. Berdasar pengawasan BPOM di lapangan pada sejumlah pasar berbuka di 8 kabupaten/kota, zat kimia berbahaya dimaksud yakni, borax, dan rhodamine b.

"Kalau borax masih kita temukan terkandung dalam kerupuk nasi. Kemudian rhodamine b terkandung dalam minuman kolak delima," ungkap Kepala BPOM Padang, Martin Suhendri, di Padang, Sabtu malam (2/6/2018).

Namun Martin menjelaskan, jumlah temuan zat kimia berbahaya itu cenderung berkurang jika dibanding tahun lalu. Sebab sudah ada pasar makanan berbuka yang tak lagi menjual penganan menggunakan zat kimia berbahaya.

Martin merinci, dari sejumlah pasar berbuka di 8 daerah yang dikunjungi. Ada 3 daerah yang bisa dibilang bebas dari zat kimia. Yakni di Kabupaten Padang Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Solok. Pada 3 daerah itu, sampel makanan yang diperiksa, ternyata tak ditemukan kandungan zat kimia berbahaya.

"Pada 5 daerah lain masih kita temukan makanan dan minuman yang tak memenuhi syarat," ulasnya.

Martin membeberkan, di Kabupaten Dharmasraya ditemukan 2 sampel makanan mengandung borax, di  Payakumbuh 2 sampel minuman mengandung rhodamine b. Kemudian di Kota Pariaman ada 2 sampel makanan yang juga mengandung borax. Begitupula di Pesisir Selatan, dan Kota Padang.

"Kita lakukan pembinaan terhadap pedagang yang menjual makanan mengandung zat kimia berbahaya. Kita datangi lokasi pembuatannya. Kita sita bahan berbahaya itu," ungkap Martin.

Terkait pengawasan makanan dan minuman berbuka, tambah Martin, BPOM Padang menurunkan 9 tim yang telah bergerak sejak awal Ramadan lalu. "Rencananya masih akan melakukan pengawasan di Kabupaten Tanah Datar, Pasaman, Pasaman Barat, Kota Padang Panjang, dan Kota Sawahlunto," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00