• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Cuaca Ekstrim, Masyarakat Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

29 May
14:36 2018
0 Votes (0)

KBRN, Padang : Menyikapi kondisi perubahan cuaca di bulan Ramadhan 1439 Hijriah ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengimbau masyarakat terutama anak-anak  untuk mewaspadai potensi penyakit yang timbul saat cuaca ekstrim. Cuaca ektsrem yang  terkadang hujan disertai angin kencang kemudian tiba-tiba panas dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun yang disebabkan oleh virus.

“ kita harus jaga kesehatan, disaat berbuka puasa jangan terlalu banyak menyantap menu makanan, kemudian lambatkan waktu sahur serta makanlah makanan yang sehat. Artinya perbanyaklah makan buah dan sayur, kemudian sedapat mungkin walaupun dalam keadaan berpuasa, paling sedikit istirahat 30 menit setiap hari,” ujar Feri  Mulyani, Selasa (29/05/2018).

Dijelaskan Feri, dengan kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut dapat  menyerang daya tahan tubuh, karena tubuh harus beradaptasi dengan panas, hujan disertasi angin. Menurutnya, jika  daya tahan tubuh  turun, virus-virus  akan sangat mudah menyerang tubuh.  Virus  biasanya akan  menyerang seperti pada saluran pencernaan dan  pernafasan, penyakit tersebut cendrung muncul saat  kondisi cuaca  seperti sekarang//

“  Untuk itu dihimbau kepada warga untuk memperkuat daya tahan tubuhnya, dengan cara tetap menerapkan pola hidup bersih sehat serta  mengonsumsi makanan yang bergizi ditambah sayur-sayuran dan buah buahan.” Ungkap Feri.

Feri Mulyani menjelaskan, masyarakat  juga perlu waspada dengan kondisi lingkungan seiring datangnya musim hujan, genangan air dari hujan menjadi tempat yang nyaman bagi nyamuk untuk berkembamg biak sehingga  berpotensi menyebarnya penyakit DBD.

“  Untuk itu masyarakat harus mewaspadai tempat-tempat penampungan air, jangan sampai ada air yang tergenang sehingga menjadi tempat berkembang biak jentik-jentik nyamuk”, kata Feri

Terkait dengan adaya laporan dari masyarakat yang sakit akibat perubahan cuaca tersebut, Feri Mulyani menjelaskan hingga saat ini belum adanya laporan dari masyarakat. Namun masyarakat harus waspada dari perubahan cuaca ini.

“ Perubahan cuaca dapat menyebabkan penyakit diare dan peningkatan infeksi saluran pernafasan atas, sampai saat ini tidak ada kasus peningkatan yang berarti,” tambah Feri.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00