• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan

Harris J Suarakan Perlawanan Terhadap Bullying di Padang

6 November
17:45 2017
0 Votes (0)

KBRN, Padang: Harris J, pelantun tembang Salamualaikum akan memberikan semangat bagi remaja di Kota Padang untuk melawan bullying atau perundungan. Harris yang juga duta anti bully internasional akan hadir membawakan 5 lagu dalam kegiatan konser bertajuk Stop Bullying yang digagas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sumatera Barat.

 “bullying tidak boleh ditoleransi. Semua pihak yang menyaksikan terjadinya bullying disekitarnya, tidak boleh tinggal diam,” tegas Harris dalam sesi konferensi pers, sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, Senin siang (6/11/2017).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua P2TP2A Sumatera Barat, Nyonya Nevi Irwan Prayitno mengatakan, tindakan perundungan telah banyak terjadi di Sumatera Barat. Namun belum ada data yang tercatat secara detail. Kendati demikian, tindakan perundungan yang marak, khususnya terhadap anak-anak, harus diminimalisir. Hal itu dikarenakan, dampak perundungan sangat buruk bagi perkembangan anak-anak, baik dampak fisik maupun psikologis.

“Bully tidak baik bagi perkembangan anak. Menjadi mimpi buruk bagi perkembangan karakter anak. Padahal, pendidikan kita menginginkan anak yang berkarakter,” ulasnya.

Langkah menekan tindakan bullying di Sumatera Barat, jelas Nevi, P2TP2A gencar memberikan sosialisasi dan penanaman sejak dini untuk menjauhi tindakan perundungan. Realisasi sosialisasinya dilaksanakan Selasa 7 November 2017.

“Kita adakan seminar anti bullying dan anti narkoba pada siswa SD dan SMP di GOR Universitas Negeri Padang (UNP) bekerjasama dengan Yayasan Sejiwa. Selanjutnya konser Stop Bullying di Auditorium UNP, sekaligus deklarasi anti bully,” paparnya.

Menurut Nevi, untuk menghentikan perundungan di Sumatera Barat, juga perlu kesadaran masyarakat, mengingat ada kebiasaan mencemooh yang melekat pada masyarakat. Dicontohkannya, pemanggilan nama orang dengan ciri fisiknya.

“Karakter cimeeh (cemooh) harus mulai dihilangkan. Seperti memanggil orang yang berkulit hitam dengan panggilan mak itam, yang berambut keriting dipanggil keriting,” pintanya.

Nevi berharap, melalui kesadaran masyarakat, kedepan tidak ada lagi kasus perundungan yang terjadi terhadap anak-anak, baik di rumah maupun sekolah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00