Partisipasi Pemilih DKI Ditargetkan 75 Persen

Back

KBRN, Jakarta : Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta menargetkan partisipasi warga pada pemilihan umum 2014 sebesar 75 persen.

KBRN, Jakarta : Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta menargetkan partisipasi warga pada pemilihan umum 2014 sebesar 75 persen. Target tersebut berkaca pada pemilu 2009 dan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2012 khususnya putaran kedua.

Pada pemilu 2009, partisipasi pemilih hanya 60 persen, kemudian naik pada pilkada menjadi 64 persen.

“Kita punya target secara nasional partisipasi 75persen. Tentu ini baik. Legitimasi semakin tinggi," kata Ketua Pokja Caleg KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos, dalam perbincangan dengan Pro 3 RRI, Jumat (29/11/2013).

Untuk jumlah pemilih yang tercantum di DPT adalah 7.021.514 pemilih dengan  17.035 TPS. Jumlah tersebut dengan rincian adalah 3.557.320 pemilih pria dan 3.464.194 adalah pemilih perempuan.

Untuk pemilih pemula berusia 17-18 tahun  pada 2009 adalah 20-21 persen. Sementara untuk pemilih pemuda antara 17-30 persen berjumlah 30 persen.

“Mereka adalah sasaran taget yang luar biasa saat menggunakan hak politik,” ujarnya.

Menurutnya, golput bukan solusi untuk mengatasi masalah bangsa. Karena hanya dengan pemilu dapat memilih pemimpin atau wakil yang nantinya sebagai pembuat kebijakan.

Untuk mendorong partisipasi pemilih ada beberapa langkah yang dilakukan oleh KPU DKI Jakarta. Pertama, memanfaatkan agen sosialisasi yang disebut sebagai relawan demokrasi dengan menyasar lima segementasi, yaitu mendekati pemilih pemula, pemilih perempuan, pemilih kelompok marjinal, pemuka agama dan disabilitas.

Kedua, memanfaatkan media sosial milik KPU seperti twitter.com/kpu_dki dan  kpujakarta.go.id.

“Ketiga adalah simulasi, kemudian melakukan pendidikan pemilih dan partisipasi warga serta media,” jelasnya.(Sgd/HF)