Kirab Agung FKN Ke-8 Tahun 2012 di Bau-Bau Meriah

Back

KBRN, Kota Bau-Bau: Ajang Pembukaan Festival Keraton Nusantara FKN ke 8 tahun 2012 yang berlangsung di Kesultanan Buton Kota Bau Bau Sulawesi Tenggara berlangsung meriah

KBRN, Kota Bau-Bau: Ajang Pembukaan Festival Keraton Nusantara FKN ke 8 tahun 2012 yang berlangsung di Kesultanan Buton Kota Bau Bau Sulawesi Tenggara di Venue Utama Stadion Betoambari Kota Bau Bau Sulawesi Tenggara pada Minggu, (02/09) berlangsung meriah dan ramai.

Ribuan Masyarakat Kota Bau Bau dan sekitarnya pun langsung seketika memadati venue Utama tersebut guna menyaksikan pembukaan event akbar FKN tingkat Nasional tersebut.

Seluruh Sultan dan Raja-Raja kesultanan se Tanah Air pun hadir secara lengkap mewakil kesultanan masing masing. Kegiatan Pembukaan diawali dengan Tarian khas Kota Bau-Bau yakni Kambero Malimua yang diperagakan oleh sebagian besar anak muda - mudi kota Bau Bau yang penuh antusias dalam memeriahkan FKN ke 8 tahun 2012 di Kota Bau Bau.

Usai sesi tarian pembukaan utama yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam S.E yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 8 kali.

Menurut Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, Ajang FKN ini merupakan salah satu sarana mempererat tali silahturahmi terutama antar raja-raja dan sultan di seluruh Indonesia.

Selain itu juga tandas Nur Alam dari ajang FKN ini tentunya pelesyarian kebudayaan merupakan target utama agar anak cucu bisa menikmati, untuk kedepannya.

Usai sesi Pembukaan dan sambutan, Seluruh Prajurit yang mengikuti Kirab Agung langsung berjalan dan memulai sesi kirabnya secara satu Persatu dengan kekhasan masing-masing kesultanan mulai dari Pertama Keraton yogjakarta, Surakarta, Palembang kemudian Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan dan Kaprabonan, Sumedang larang, Kesultanan BIMA, Kesultanan Ternate, Kerajaan Karang asem Bali dan tuan rumah Kesultanan Buton.

Salah satu keunikan dari keraton - keraton Kota Cirebon menampilkan cerita-cerita klasik pada saat Kirab bahkan hingga peperangan kolosal.

Sementara itu disela-sela sesi pembukaan FKN ke 8 tahun 2012 Sultan Keraton Kasepuhan Kota Cirebon Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mengatakan bahwa ajang FKN ke 8 tahun 2012 di Kota Bau Bau merupakan ajang untuk lebih mempererat tali silahturahmi, dimana meskipun letak Kepulauan Buton jauh namun seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti FKN ke 8 tahun 2012.

Keraton Kasepuhan tandas Arief dalam FKN ke 8 kali ini membawa sebanyak 80 orang lebih yang diikutsertakan dalam berbagai kegiatan mulai dari kirab, pementasan dan lain sebagainya, sementara untuk Pameran benda-benda Pusaka pihaknya tidak membawa pusaka asli hanya memperlihatkan foto dan beberapa Replika Benda Pusaka tersebut.

Sementara itu Sultan Keraton Kanoman Cirebon Sultan Raja Muhammad Emirudin melalui Juru Bicaranya Ratu Raja Arimbi mengatakan bahwa dalam FKN ke 8 tahun 2012 di Kesultanan Buton Bau-Bau menerjunkan lebih dari 50 prajurit dan penari.

Menurut Ratu Raja Arimbi dengan FKN tersebut diharapkan pengembangan seni dan kebudayaan di wilayah Indonesia bisa lebih baik lagi.

Sementara Sultan Keraton Kacirebonan Sultan Kacirebonan ke 9 Pangeran Abdul Gani Natadiningrat menuturkan pihaknya menerjunkan 45 prajurit yang diikutsertakan mulai dari Kirab, Kesenian, Pameran dan lain sebagainya.

Menurutnya FKN di Kesultanan Buton Kota Bau-Bau sangat Unik apalagi ada istilah Pakandekandea yakni jamuan makan dengan adat lesehan dan bahkan disuapi oleh para abdi keraton atau petugas yang telah disiapkan.

Selain itu juga pihaknya mengaku cukup takjub dengan wilayah Kesultanan Buton yang megah. Abdul Gani pun berharap dari ajang FKN ke 8 tahun 2012 tersebut bisa memberikan manfaat yang baik untuk pengembangan seni budaya dan eksistensi kesultanan - kesultanan yang ada dalam pelestarian budaya bangsa.

Sementara itu Sultan Raja Kaprabonan X, Ir P Hempi Raja Kaprabon, MP mengatakan dalam FKN ke 8 tahun 2012 Keraton Kaprabonan menerjunkan 100 orang personil prajurit dan lain sebagainya yang mengikuti Kirab, Pentas kesenian, Pameran dan lain sebagainya, Keraton Kaprabonan pun menampilkan Tari sekar keprabon yang terdiri dari 5 orang putri keraton, Tari Topeng Kelana, dan pementasan benda - benda pusaka dalam bentuk replika.

Menurut Hempi ajang FKN ini sangat diperlukan untuk Pelestarian budaya - budaya yang tersebar luas di Indonesia di dalam keraton - keraton serta kesultanan yang masih berdiri kokoh warisan leluhur bangsa Indonesia.

Lebih lanjut Hempi pun berharap kedepan pelaksanaan FKN lebih maksimal lagi dan tentunya Peran Pemerintah pun harus lebih baik. ( Azi.s/YY).