• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan Dan Teknologi

LPM STAIN Meulaboh Galang Dana Kemanusiaan

25 February
18:28 2020
0 Votes (0)

KBRN Meulaboh: Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh menggelar aksi galang dana untuk korban kebakaran yang menimpa warga Gampong Ujung, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil dan warga Desa Alue Tampak, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat belum lama ini. 

Ketua LPM STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Siti Aisyah, Selasa, (25/2/2020) mengatakan, kegiatan ini dilakukan atas inisiatif anggota yang melihat pemberitaan dimedia terkait kebakaran yang terjadi di dua wilayah tersebut.

"Ini merupakan inisiatif dari anggota LPM, kami merasakan duka yang dialami korban, itulah sebabnya kami melakukan aksi galang dana untuk membatu meringankan beban warga yang ditimpa musiabah," ujar gadis yang kerap disapa Aish ini.

Aksi galang dana ini dilakukan selama dua hari, dari tangal 24-25 Februari 2020, untuk hari pertama penggalangan difokuskan di toko-toko, warung kopi, rumah warga, pasar dan tempat keramaian lainnya. 

Sementara di hari kedua penggalangan dipusatkan di Simpang Pelor dan Simpang Kisaran, Aceh Barat.

"Sejauh ini dana yang terkumpul sebesar Rp 1,3 juta, dan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mengirimkan donasi melalui Bank BRI No 0178 01 052981 500 atas nama Mariani," 

Konfirmasi juga dapat dilakukan melalui nomor 082364177979 dan untuk Berbagai kegiatan terkait bisa dilihat di akun Instagram @lpm.staindirundeng, hasil penggalangan dana juga akan dipublis ke publik, tambahnya.

Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama STAIN TDM, Erizar, mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk melatih jiwa social mahasiswa, dan harus terus digalakkan untuk membantu sesama, ia juga berpesan agar ormawa-ormawa yang ada dikampus bisa ikut serta.

"Kegiatan ini menjadi contoh untuk mahasiswa yang lain, dan untuk kedepan bisa lebih bekerjasama dengan ormawa-ormawa yang lain agar lebih kompak," pungkasnya.

00:00:00 / 00:00:00