• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

BPJAMSOSTEK - Pemko Subulussalam Gelar Rapat Terkait Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan

21 February
17:24 2020
0 Votes (0)

KBRN, Subulussalam : Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Meulaboh, Mulyana dan Asisten I Walikota Subulussalam,H. M.Yakub KS, MM menyerahkan Santunan Kecelakaan Kerja dan Santunan Kematian secara simbolis kepada ahli waris Korban Kecelakaan Kerja PT. Samudera Sawit Nabati dan Ahli Waris Perangkat Gampong Lae Make Kota Subulussalam di Hermes One Hotel Subulussalam pada Kamis (20/2/2020).

Dalam acara tersebut turut juga dihadiri oleh Kadis DPMK Kota Subulussalam,Abd. Saman Sinaga, SH dan Kasubbag Pembinaan Kejaksaan Negeri Subulussalam, Yusril Ardi, Para Camat, dan Forum Keuchik Kabupaten Serta Kecamatan di Kota Subulussalam.

Sambutan Wali Kota yang disampaikan Drs. M. Yakub KS bahwa BPJS Ketenagakerjaan merupakan mitra strategi bagi pemerintah daerah dalam menjalankan Jaminan Sosial Ketenagakerjaaan khususnya bagi aparatur desa di Kota Subulussalam.

“Oleh karena itu, pemerintah Kota Subulussalam terus mendorong pelaksanaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat serta melindungi masyarakat dari kemiskinan.” Kata Yakub di hadapan perangkat desa.

Wali Kota Subulussalam menghimbau kepada pihak yang berhadir agar segera berkoordinasi untuk mendaftarkan seluruh aparatur Gampong baik itu Kepala Gampong, Sekdes, Bendahara, Kadus, Pengurus Keagamaan dan lainnya. Sebab kata Wali Kota, semuanya adalah yang menjalankan pemerintah di Desa sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Daerah harus ter-lindungi program BPJS Ketenagakerjaan mulai tahun 2020.

“BPJS Ketenagakerjaan diharapkan terus meningkatkan sosialisasi kepada seluruh komponen pekerja yang ada di Kota Subulussalam khususnya aparatur Desa dengan berkoordinasi dengan dinas terkait,” pungkas Yakub pada saat membacakan pesan dari Wali Kota Subulussalam.

Dalam sambutannya, Mulyana menyampaikan bahwa BPJAMSOSTEK memiliki empat program dalam menyelenggarakan perlindungan kepada tenaga kerja yakni Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP).

Mulyana juga menyampaikan untuk kepesertaan Perangkat Desa di Kota Subulussalam belum sepenuhnya terlindungi Program BPJAMSOSTEK. 

” Dari 82 desa yang ada di kota subulussalam, yang terdaftar sampai tahun 2019 hanya 40 desa, dan yang aktif membayar iuran hanya 20 desa” Ungkapnya.

Mulyana juga menambahkan bahwa sejak diterbitkannya PP 82 Tahun 2019, manfaat yang diterima oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan naik secara signifikan,beberapa manfaat yang signifikan tersebut yakni jumlah beasiswa yang diberikan kepada ahli waris pekerja yang meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap, dulunya 12 Juta Rupiah untuk satu orang anak, dinaikkan menjadi dua orang anak tertanggung untuk masa pendidikan dari TK hingga Sarjana. Untuk TK/SD sederajatnya memperoleh beasiswa 1,5 Juta rupiah per tahun dan maksimal selama 8 Tahun, SMP atau sederajat 2 Juta Rupiah maksimal selama 3 tahun, SMA atau sederajat 3 Juta Rupiah maksimal 3 Tahun, dan Pendidikan tinggi sebesar 12 Juta Rupiah maksimal 5 Tahun.

Selain dari manfaat beasiswa, santunan untuk cacat total tetap dan santunan berkala meninggal dunia, mengalami kenaikan yang awalnya dari 6 Juta Menjadi 12 Juta untuk 24 bulan, biaya pemakaman naik dari 3 Juta menjadi 10 Juta Rupiah, dan santunan meninggal dunia naik dari 16,2 Juta Menjadi 20 Juta Rupiah.

Selain itu manfaat lain yang dinaikkan yakni dari bantuan transportasi, transportasi darat yang semula 1 Juta menjadi 5 Juta Rupiah, Transportasi Laut dari 1,5 Juta menjadi 2 Juta Rupiah dan Transportasi Udara semula 2,5 Juta menjadi 10 Juta Rupiah. 

"Masih banyak lagi kenaikan manfaat yang lainnya, semoga ini dapat meningkatkan kesejahteraan para pekerja khususnya di Kota Subulussalam, sementara untuk perhitungan iuran masih sama dengan yang lama, tidak ada perubahan, perubahan hanya di manfaatnya saja," Tutup Mulyana

00:00:00 / 00:00:00