• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Cegah Karhutla, Ini Pesan Dandim Aceh Barat Lewat Siaran RRI Meulaboh

12 February
18:06 2020

KBRN Meulaboh: Komandan Kodim (Dandim) 0105/ Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto, S.Pd, memerintahkan jajarannya untuk terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Babinsa, gencarkan sosialisasi mendatangi langsung masyarakat, karna cara ini ampuh bisa memberikan pemahaman secara langsung," kata Dandim 0105/ Aceh Barat, dalam dialog interaktif Sapa Prajurit di RRI Meulaboh, Rabu (12/2/2020) sore.

Ia menyampaikan, pihaknya tidak melarang masyarakat membuka lahan untuk berkebun, akan tetapi yang dilarang itu adalah cara - cara yang dilakukan tidak benar, seperti membuka lahan dengan membakar, walau pun dalam area tertentu.

"Karena masih ada cara lain bisa dilakukan masyarakat jika ingin berkebun, misalnya dibabat, semprot dan sebagainya butuh keuletan dan harus rajin. Dengan demikian tidak merusak ekosistem dan lingkungan yang ada," ujar Dandim.

Melalui siaran Pro1 RRI  Meulaboh melakukan sosialisasi mencegah Karhutla sekaligus menyapa Prajurit dilapangan sebagai penguatan Babinsa dalam penanganan Karhutla tersebut diharapkan menjadi penyemangat.

Baca juga: Danrem 012 Teuku Umar Perintahkan Jajaran Antisipasi Karhutlah

Letkol Kav Nurul mengatakan bahwa wilayah Kodim Aceh Barat membawahi 12 kecamatan yang letaknya tersebar memiliki daratan dan berlahan mineral serta gambut yang mudah terbakar saat musim terik apalagi akhir akhir ini cuaca panas.

"Untuk melakukan antisipasi pencegahan, Babinsa dilapangan rutin melakukan patroli keliling dan sosialisasi memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya  sekaligus resiko jika membuka lahan baru dengan cara dibakar," tegasnya.

Dandim Aceh Barat ini menganalogikan, jika kita menyayangi alam maka alam juga akan menyayangi kita. Ia juga meminta setiap masyarakat atau siapa pun itu tidak menganggap remeh dalam hal melakukan pembakaran.

"Fenomena kebakaran hutan dan lahan baik yang disengaja ataupun tidak jangan dianggap sesuatu hal yang biasa, karna hal ini bisa membahayakan kesehatan dan merugikan orang lain," tegasnya lagi.

Baca juga: Begini Cara TNI Cegah Karhutla di Nagan Raya

Secara normatif, Pemerintah sudah mempunyai aturan yang jelas tentang larangan membakar hutan melalui UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 

"Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi hukuman maksimal 12 tahun kurungan dan denda maksimal 10 milyar," Papar Letkol Nurul.

Dalam menangani dan mencegah karhutla, TNI bekerjasama dengan pihak kepolisian, BPBD dan pemerintah daerah melalui rapat koordinasi dan pemasangan spanduk di titik yang rawan atau sering terjadi karhutla saat musim panas.

Letkol Nurul, menyatakan, bahwa  telah melakukan pemetaan di daerah mana yang sering terjadi kebakaran dan rencananya akan membuat kolam besar (embung) yang bertujuan saat kemarau tiba ketersediaan air tetap ada.

Diakhir dialognya dengan presenter senior RRI Meulaboh, Dharma Yani, Dandim Aceh Barat ini, menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk membuka lahan dengan cara yang baik maka akan mendapatkan hasil yang baik pula.

"Ini adalah tugas kita bersama apabila ada yang ingin membakar ingat kan, jika tidak mau segera laporkan kepada kami melalui Babinsa yang sudah ada diwilayah desanya. Mari kita sama sama peduli guna antisipasi cegah Karhutla agar tidak terjadi. Atensi dari saya tidak ada tawar menawar dengan Karhutla, jika ada pelaku yang tertangkap akan diproses secara hukum," demikian Letkol Kav Nurul Diyanto.

Baca juga: Kodim 0114 Aceh Jaya Ajak Peran Aktif Masyarakat Dalam Pencegahan Karhutla

00:00:00 / 00:00:00