• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Bupati Aceh Jaya: Jika ada Perayaan Hari Valentine, Laporkan Ke Saya

11 February
09:40 2020

KBRN, Aceh Jaya: Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya secara tegas melarang perayaan Hari Kasih Sayang (Valentine Day) karena tidak sesuai dengan budaya masyarakat Aceh dan ajaran agama Islam. Larangan tegas perayaan Valentine Day yang selama ini diperingati kalangan anak muda setiap 14 Februari setiap tahunnya, juga karena peringatan tersebut tidak pernah dikenal sebelumnya di Aceh.

Bupati Aceh Jaya H.T. Irfan TB meminta masyarakat agar melaporkan ke pihak berwajib jika mendapati ada yang melakukan perayaan tersebut. “Apabila masyarakat mengetahui adanya perayaan Valentine Day, saya imbau agar melaporkan hal ini kepada petugas Satpol PP WH (polisi syariah) Aceh Jaya, agar dilakukan penindakan sesuai aturan hukum syariat Islam di Aceh,” ujar Bupati Aceh Jaya H.T.Irfan TB Kepada RRI Selasa (11/02/2020).

Ia pun mengimbau setiap pedagang atau pelaku usaha di daerah Aceh Jaya supaya tak menjual pernak-pernik yang tidak sesuai dengan aturan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Bagi pedagang yang melanggar juga akan diberlakukan sanksi tegas. Untuk kalangan guru, ia meminta mereka supaya memberi imbauan dan menasihati anak didiknya agar tidak mengikuti budaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, termasuk Valentine Day tersebut. “Kita harus selamatkan generasi muda dari budaya asing yang tidak sesuai dengan kultur yang berlaku di Aceh maupun Tanah Air,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa larangan perayaan Valentine Day harus dilakukan karena Valentine Day lebih banyak mudharatnya (hal yang tidak baik) bagi kehidupan generasi muda di Aceh. Juga, Valentine Day tidak sesuai dengan tatanan, budaya serta adat istiadat di Aceh maupun di Indonesia. “Bagi masyarakat Muslim yang merayakan Valentine Day, maka pelakunya akan ditindak oleh petugas wilayatul hisbah (WH) sesuai aturan syariat Islam yang berlaku di Aceh, bisa saja pelakunya dihukum cambuk,” tambahnya.*

 

00:00:00 / 00:00:00