• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Mahasiswa Indonesia di Changcun Minta Segara Dipulangkan

27 January
13:41 2020
1 Votes (1)

KBRN Meulaboh: Sejumlah mahasiswa Indonesia asal Aceh yang menempuh pendidikan seperti di Northeast Normal University,  di Kota Changchun, Provinsi Jilin, meminta Pemerintah Republik Indonesia segera memulangkan mereka.

"Kami hanya ingin pulang ke Indonesia pak. Kami takut akses transportasi semuanya akan ditutup seperti Wuhan dan Beijing," kata Desi Yuliana, pelajar asal Aceh dalam komunikasi pesan whatshapp kepada RRI, Senin (27/1/2020).

Pelajar yang mengambil jurusan Library Science ini, melaporkan, bahwa kondisi Kota Chongcun sudah mencekam sejak mewabahnya virus corona yang telah memakan korban jiwa di Wuhan dalam beberapa pekan terakhir.

"Meski pun tidak separah yang ada di Wuhan, tetapi psikis kami di sini sangat terganggu. Kami ketakutan. Kami hanya berdiam diri di asrama, stok makanan juga sudah menipis sementara kami tidak berani ke luar," tambahnya lagi.

Baca Juga: Pemerintah Aceh Siaga I dan Buka Posko Virus Corona

Desi, menyampaikan, bahwa saat ini Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Beijing kepada Warga Negara Indonesia (WNI) telah menggeluarkan surat himbauan tertulis, yang telah diterima oleh mahasiswa.

"Kami berharap agar mahasiswa Indonesia khususnya dari Aceh yang berada di luar Kota Wuhan bisa dipulangkan segera ke Indonesia. Jadi sebelum kota-kota lain penerbangan ditutup kami mohon untuk segera kami dipulangkan," ujarnya lagi.

Untuk saat ini kota Changchun masih aman tetapi harus tetap was-was keluar pakai masker dan menjauhi tempat ramai atau transportasi umum. di Kota Wuhan saat ini yang diisolasi ada 13 orang anak Aceh yang kekurangan bahan makanan.

"Dikarenakan kota di isolasi tidak ada kegiatan sama sekali sudah seperti kota mati, makanan mahal, stock makanan teman-teman di Wuhan juga habis," jelanya  wanita asal Desa Pasie Pinang, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00