• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Gaya Hidup

Wisata Sambil Memetik Buah Rambutan di Lembah Seulawah

18 January
18:46 2020
1 Votes (5)

KBRN, Aceh Besar: Biasanya membeli rambutan di pedagang pinggir jalan atau di pasar buah, lalu apa bedanya jika membeli rambutan dengan memetik langsung di kebunnya? Tentu ada sensasi berbeda.

Midrar pemilik kebun rambutan di Gampong Lambaro Tunong, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar kepada RRI Sabtu (18/01/2020) yang membuka kebun rambutannya untuk umum. Siapa saja bisa masuk ke kebun untuk membeli rambutan.

Kebun milik Midrar berada tidak jauh dari Jalan Nasional Banda Aceh-Medan atau berjarak 40-an Km dari Banda Aceh. Untuk mencapai kebun, harus masuk sekitar 150 meter dari jalan raya, akses masuk berupa jalan kerikil yang sudah dapat dilalui mobil.

Kini, kebun milik Midrar sudah terkenal di media sosial, setelah ia mempromosikannya di dunia maya pada tahun 2019 lalu. Ia menjual rambutan yang sudah dipetik itu Rp 5 ribu per kilogram.

Awal nya, postingan dirinya banyak disebar netizen di dunia maya, baik di Facebook, Instagram, hingga grup Whatsapp pada tahun lalu. Pada hari Sabtu (18/01/2020), dirinya membuka kebun dihari pertama Alhasil, kebun tersebut mulai ramai didatangi Pengunjung.

Otomatis kebun yang berada di kaki Gunung Seulawah itu menjadi agrowisata dadakan. Pengunjung berdatangan secara berkelompok, baik dengan teman maupun membawa keluarga. Mereka juga dapat mengitari kebun sambil berfoto ria.

“Saya tidak menyangka yang datang bisa seramai ini. Handphone terus-terusan bunyi. Padahal awalnya kemarin cuma iseng.ini kali kedua kita buka allhamdulillah hari pertama sudah 135 kilo yang ludes,” ujar Midrar.


Rata-rata setiap yang datang membeli 10-20 kg rambutan, yang kemudian dibungkus dalam goni yang sudah disediakan. Midrar menjelaskan, demi menjaga supaya kondisi pohon tetap terjaga dan proses pemetikannya cepat, maka rambutan yang akan dibeli sebagian besar dipetik langsung pengelola kebun. Karena dalam memetiknya harus ada cara tersendiri, yaitu memotong tangkai buah.

Tahun-tahun sebelumnya Midrar menjual rambutan hasil panen langsung ke agen penampung. Namun karena harganya sangat murah, sehingga terbersit ide untuk membuka kesempatan kepada pembeli untuk mendatangi langsung ke kebun. Apalaginya lokasinya dekat jalan raya dan mudah dijangkau.

Pada hari pertama ada 50-100 orang pengunjung yang datang, omsetnya pun mencapai Rp 12 juta per hari. Ia memprediksi, pengunjung akan semakin ramai pada hari Sabtu dan Minggu. Ia menjelaskan, musim rambutan terjadi sekali dalam setahun, durasinya dalam sekali musim sekitar satu bulan.

“Ini baru satu minggu musimnya, jadi masih ada beberapa minggu kedepan. Biasa lamanya satu bulan dalam sekali musim,” jelas Midrar yang dibantu istrinya, Eva.

Risma seorang pengunjung dari Banda Aceh kepada RRI menyampaikan, dirinya mengetahui keberadaan kebun itu dari media sosial. Karena penasaran dan menurutnya unik, ia pun mendatangi langsung kebun tersebut bersama teman-temannya. “Jadinya suasana kebunnya sangat rindang, buahnya lebat, jadi asik lah,” ujarnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00