• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Rumoh Transparansi meminta Kepolisian Daerah Aceh serius Mengusut Perambahan Kawasan Hutan

18 January
13:47 2020
0 Votes (0)

KBRN, Aceh : Rumoh Transparansi meminta Kepolisian Daerah Aceh  serius mengusut dan melakukan superfisi terkait dugaan perambahan kawasan hutan yang dikonversi menjadi kebun sawit tanpa ijin dalam hutan produksi di Alur Kering, Desa Kaloy, Aceh Tamiang. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Rumoh Transparansi, Crisna Akbar Jumat 17 Januari 2020 setelah melakukan pertemuan dengan pihak Ditreskrimsus Polda Aceh.

Dalam pertemuan tersebut Crisna Akbar yang didamping oleh koordinator tim legal Rumoh Transparansi Andi Suhanda,  SH dan Sekretaris Direktur Sulaiman, SH langsung menuju ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terparu Polda Aceh. Kedatangan tersebut bermaksud melakukan laporan polisi terkait dugaan kebun ilegal dalam kawasan hutan tersebut hanya saja untuk tahapan awal mereka dituntun untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Ditreskrimsus Polda Aceh.


Dalam pertemuan dengan tipiter Polda Aceh tersebut dia menjelaskan bahwa sebelumnya Rumoh Transparansi telah melaporkan kasus tersebut ke Pihak Kepolisian Resort Aceh Tamiang pada tanggal 14 september 2018 hanya saja sampai dengan saat ini laporan tersebut tidak ditindak lanjuti. 
 
Crisna menambahkan bahwa kasus ini juga bukan hanya telah diterima polres Aceh Tamiang melalui Kasium di Polres setempat,  kasus ini bahkan sudah pernah dilakukan penyelidikan lapangan pada tanggal 19 sampai dengan 20 september 2018. Hasil kunjungan lapangan bersama dengan  Polres Aceh Tamiang ditemukan 3 orang pekerja yang salah satunya adalah wakil manager dari perusahaan tersebut. 
 

Akibat keterlambatan penanganan kasus ini, kami ingin melaporkannya kembali ke Polda Aceh sehingga kasus ini benar-benar mendapat perhatian dari penegak hukum dan harusnya polda serius menanggapi hal tersebut. Dia menambahkan pihak tipiter menyarankan untuk menyurati kembali polres tamiang untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut dan kemudian menembuskannya kepada Kapolda Aceh sehingga mereka juga dapat melakukan konfirmasi terhadap kasus tersebut. 

Menyikapi hal ini, dia menambhakan akan segera menyurati polres aceh tamiang kembali namun perlu keseriusan dari Pihak polda untuk melakukan supervisi dan menanyakan perkembangan kasus tersebut kepada polres yang bersangkutan

Dia juga berharap agar pihak polda aceh serius menangani dan melakukan kontrol terhadap kasus ini pasalnya perkebunan seluas 302 Ha ini berada dalam kawasan hutan produksi milik negara. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00