• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ribut-Ribut Potensi Gempa 8,7 SR di Simeulue, Ini Penjelaskan BMKG Meulaboh

16 January
09:49 2020
0 Votes (0)

KBRN Meulaboh: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Meulaboh – Nagan Raya, Provinsi Aceh menjelaskan, hingga kini belum ada prediksi kapan gempa bumi magnitude 8,7 terjadi di Simeulue, Provinsi Aceh.

"Hingga saat ini prediksi untuk gempa bumi belum ada," kata Rezky P Hartiwi, Prakirawan BMKG Meulaboh - Nagan Raya, kepada RRI, Kamis (16/1/2020).

Hal itu menjawab pertanyaan wartawan setelah BMKG pusat menyatakan bahwa wilayah Selatan Simeulue, Provinsi Aceh termasuk dalam segmen Megatrust Nias - Simeulue, yang merupakan segmen aktif yang memiliki magnitudo target 8,7.

Rezki P Hartiwi, membenarkan pernyataan disampaikan oleh Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono itu, pascagempa magnitudo 6,1 pada 7 Januari 2020 menguncang Simeulue, Provinsi Aceh.

Baca juga: BMKG: Gempa 6,4 SR di Aceh Tidak Berpotensi Tsunami

"Riwayat magnitudo gempa bumi yang terjadi di Nias dan Simeulue, memang benar magnitudonya yang tercatat dalam skala besar. Namun untuk gempa bumi dengan skala sekian detil pastinya belum ada prediksi," jelasnya lagi.

Wilayah kerja BMKG Meulaboh - Nagan Raya mencakup barat selatan Aceh, mulai dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Simeulue, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Singkil dan Kota Subulussalam.

Informasi dihimpun RRI, setelah terbitnya pemberitaan di surat kabar, media nasional maupun lokal, masyarakat Simeulue berada di wilayah kepulauan terluar Provinsi Aceh itu, sudah mempersiapkan diri sebagai upaya mitigasi bencana.

Di beberapa desa seperti di Kecamatan Teupah Tengah, kecamatan Tepah Selatan dan Kecamatan Teupah, warga sudah mendirikan tenda - tenda di daerah pegunungan untuk berjaga-jaga sebagai kearifan lokal "Smong".

Kepala daerah setempat dan BPBD juga telah menghimbau warganya agar tetap tenang dan waspada serta beraktivitaslah seperti biasanya. (Foto IST)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00