• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Ketua DPRK Aceh Jaya: Operasi Pelabuhan Calang Harus Adanya PAD Untuk Aceh Jaya

11 December
20:20 2019
0 Votes (0)


KBRN, Meulaboh : Masuknya bahan baku pembangunan PLTU 3.4 Nagan Raya melalui pelabuhan calang Aceh Jaya melalui kapal Vietnam berbendera china.

Ketua DPRK Aceh Jaya, Muslem Daud mengatakan operasinya pelabuhan harus adanya masuknya Pendapatan Asli Daerah PAD hal ini untuk terbangunnya Aceh Jaya. 

"Otoritas pelabuhan Calang melakukan koordinasi dan komunikasi agar, dalam kegiatan impornya bahan baku PLTU 3.4 Nagan Raya, supaya menghasilkan PAD," Ketua DPRK Aceh Jaya, Muslem Daud kepada RRI di Calang, Rabu (11/12/2019).

Selain itu dalam pemberian rekom perusahaan dalam pengajuan bongkar muat  syahbandar juga harus utamakan pengusaha lokal, agar segala operasi di pelabuhan tersebut bisa di kerjakan oleh masyarakat wilayah Aceh. 

"Proaktif dan koordinasi antara pihak otoritas pelabuhan dan pemda Aceh Jaya harus dibangun  agar dengan adanya koordinasi yang baik, kegiatan di pelabuhan mendapatkan pemasukan untuk kas daerah." Ucapnya. 

Berdasarkan informasi yang diterima dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kantor Unit Penyelenggaraan  Pelabuhan Kelas III Calang,  Azwana Amru H, SE bahwa kapal mulai merapat dari china sudah masuk selama 2 hari. 

"Kapal sudah masuk dua hari, tetapi masih jangkar, karena pihak perusahaan belum bersandar karena pihak perusahaan yang menangani bongkar muat belum siap," kata Amrul. 

Sementara itu Kapolres Jaya,  AKBP Eko Purwanto,S.Ag, M.H, melalui kabag Ops  Khairullah, S.H mengatakan itu pihak kepolisian polres Aceh Jaya juga melakukan pengawalan dan pemantau untuk menciptakan kondisi keamanan menepatkan 6 personil.

"Sebanyak enam personil kita siagakan, dan petugas memantau hingga bongkar muat selesai, sementara terkait adminitrasi masuk dan bongkar muatnya bahan PLTU itu Coba di lakukan cek kepada perusahan dan otoritas pelabuhan." Jelasnya.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00