• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan Dan Teknologi

Tingkatkan Mutu Pendidikan, UTU Kerjasama Dengan Institut Francais Indonesia

17 September
13:00 2019
1 Votes (1)

KBRN Meulaboh: Universitas Teuku Umar (UTU) melakukan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Institut Francais Indonesia (IFI) sebagai upaya kerjasama meningkatkan mutu pendidikan, di Kedutaan Besar Perancis Jalan M.H Thamrin, Jakarta pada Senin (16/9/2019). 

Rektor UTU Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE, MBA menyampaikan apresiasinya kepada Kedutaan Besar Prancis, khususnya Atase Kerjasama Bidang Bahasa Kedutaan Besar Perancis dan Direktur IFI.

"Terimakasih kami sampaikan atas kerjasama yang sudah mempercayakan UTU dalam bidang pelatihan Bahasa Prancis serta memfasilitasi kuliah lanjutan S3 bagi Dosen UTU ke Negara Prancis," katanya dalam pers rilis diterima RRI Meulaboh, Selasa (17/9/2019).

MoU tersebut ditandatangani Direktur IFI yang juga Konselor Kerja Sama dan Kebudayaan Dr. Stephane Dovert bersama Atase Kerja Sama Bahasa Prancis, Prof. Dr. Philippe Grange dan Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE, MBA dan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama, Dr. Ir. Alfizar, DAA.

Sementara Wakil Rektor I Dr. Alfizar, selaku inisiator kerjasama ini menyampaikan, perjanjian kerjasama ini untuk menentukan program kerjasama antara UTU dan IFI untuk memperkuat dan meningkatkan SDM UTU yang akan melanjutkan study S3 di Prancis. Hadirnya Pusat Bahasa Prancis di UTU bertujuan untuk menyelenggarakan kursus bahasa prancis yang ditujukan kepada para mahasiswa dan dosen UTU. 

"Pusat bahasa ini nantinya juga berfungsi sebagai pusat informasi mengenai pendidikan tinggi dan budaya prancis. Bahasa Prancis masuk dalam 5 bahasa resmi internasional yang dipakai oleh PBB," jelasnya.

Dr. Alfizar mengatakan, bahasa merupakan alat untuk mempersatukan bangsa - bangsa, dengan bahasa ini mempererat kesatuan dengan peningkatan hubungan emosional, bahasa juga bisa mempersatukan seluruh suku bangsa dan etnik. 

"Bahasa Perancis ini juga merupakan bahasa yang sangat romantis," jelas Dr. Alfizar, DAA yang juga merupakan lulusan Prancis ini.

Kedutaan Besar Perancis melalui IFI akan memfasilitasi pembukaan kelas khusus Bahasa Perancis di UTU, Meulaboh. Pelaksanaan bahasa ini bertujuan untuk mempermudah para dosen UTU yang ingin melanjutkan kuliah S3 ke Negera Mode tersebut.

IFI akan merekrut satu orang pengajar bahasa Prancis yang nantinya akan ditempatkan di Laboratorium Bahasa Prancis di UTU untuk melatih para Dosen yang berminat melanjutkan kuliah, peserta pelatihan difokuskan untuk 10 - 15 orang saja.

Diharapkan ada 10 - 15 orang maksimum dosen muda yang akan ikut serta dalam kursus bahasa Prancis di pusat bahasa Prancis UTU, 5-6 orang berasal dari UTU, dan sisanya berasal dari Unsyiah, Unimal dan Unsam, dengan kelas bahasa maksimal 15 orang.

"Ada dua bidang yang difokuskan untuk mengikuti program ini yaitu bidang Perikan Kelautan dan Bidang Pertanian sebagaimana core UTU. Seleksi terhadap calon dosen muda yang akan mengikuti kursus bahasa Prancis akan dilaksanakan akhir Desember 2019," imbuhnya.

Lebih lanjut, Doktor yang menyelesaikan studi S2 dan S3 nya di Ecole Nationale Superieure Agronomique de Montpellier (ENSA.M) France ini mengatakan, pelatihan bahasa di UTU akan memakan waktu selama 6 bulan. 

Bagi peserta yang berhasil meraih nilai DELF mencapai A2, maka akan dilanjutkan pelatihan ke Jakarta. Di Jakarta peserta akan mendapatkan pelatihan dari trainer-trainer terbaik dari IFI selama 6 bulan, peserta yang mampu meraih nilai DELF hingga level B2 maka dipastikan dikirim ke Prancis sesuai dengan bidang dan kampus yang diminati. 

Bagi peserta yang lulus pelatihan Jakarta, namun masih dianggap belum mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus di Prancis, maka mereka akan mendapatkan pelatihan bahasa lanjutan di kampus yang dituju selama 6 bulan. 

"Efektifnya, kuliah dilaksanakan tahun 2021, setelah melewati berbagai pelatihan bahasa pada tahun 2020. Selanjutnya, UTU akan menjajaki triparti MoA yaitu UTU - Pemerintah Aceh - dan Kedutaan Besar Prancis," tambahnya lagi.

Dengan demikian UTU mendapatkan benefit dari kerjasama ini, yaitu beasiswa S3 dari Pemerintah Aceh, dan kemudahan selama study di Prancis oleh Kedutaan Prancis.

"Pada acara Dies Natalis ke – 13 Universitas Teuku Umar pada bulan November mendatang, kita akan mengundang Duta Besar Prancis dan Pemerintah Aceh. Di sana kita kan menandatangani MoA kerjasama ini dengan IFI Prancis dan Pemerintah Aceh," jelasnya.

Dr Alfizar, berkata, UTU akan terus melakukan pendekatan kepada Pemerintah Aceh melalui BPSDM Aceh agar memberikan kesempatan beasiswa kepada Dosen UTU yang akan melanjutkan kuliah S3 ke Prancis. 

"Kita berharap dukungan beasiswa ini dalam rangka peningkatan SDM UTU dapat terlaksana sesuai harapan. IFI Prancis telah confirm akan menggratiskan biaya pendaftaran dan asuransi kepada para Dosen yang akan melanjutkan kuliah doctoral ke Negara Prancis," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00