• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dampak Karhutla, Kabut Asap Selimuti Sebagian Aceh Barat

17 July
15:00 2019
1 Votes (1)

KBRN Meulaboh: Masyarakat sudah mulai merasakan sesak nafas akibat terhirup kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Aceh Barat, dampak dari bencana Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin tak terkendali.

"Kalau tidak pakai masker, sudah terasa sesak menghirup udara karena bercampur dengan asap kebakaran lahan," kata Jailani, warga Kecamatan Johan Pahlawan, kepada RRI, Rabu (17/7/2019).

Ada pun kawasan yang begitu tebal diselimuti kabut asap dari terbakarnya lahan gambut seperti, seputar Kota Meulaboh, Kecamatan Johan Pahlawan, Kecamatan Kaway XVI, dan Kecamatan Meureubo, terutama di kawasan padat penduduk.

Data dihimpun di lapangan, karhutla di Kabupaten Aceh Barat sudah lebih 122 hektar, kondisi ini diperkirakan terus meluas karena pesebaran titik api yang muncul semakin bertambah dan sudah merambah di enam kecamatan di daerah setempat.

Asap dari kebakaran lahan gambut sangat dirasakan masyarakat di wilayah Kota Meulaboh dan sekitarnya, terutama saat malam hingga pagi hari, kemudian nampak berkabut menyelimuti wilayah Aceh Barat.

"Pagi tadi asapnya lebih tebal dari pada malam. Jarak pandang kendaraan sudah mulai terbatas terutama saat kami melintasi jalan Meulaboh -  Banda Aceh, di Kecamatan Meureubo," tambah Imran (45) warga Desa Paya Peunaga ketika ditemui RRI.

Hingga kini, pihak kebakaran lahan gambut masih ditemukan dan dilakukan upaya pemadaman seperti di Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Peunaga, Kecamatan Meureubo, dan Desa Penia, Kecamatan Kaway XVI.

Dari catatan berita RRI Meulaboh, setiap tahun memasuki bulan Juli 2019, karhutla selalu melanda Kabupaten Aceh Barat, karena cuaca di wilayah barat selatan Aceh dinamis, bahkan pada saat - saat seperti ini cenderung panas dan kemarau.

Baca juga: Bertambah, Delapan Hektar Lahan Gambut di Aceh Barat Terbakar

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00