• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dua Kelompok "Mugee" di Aceh Saling Sweeping

15 July
23:09 2019
2 Votes (1.5)

KBRN Meulaboh: Dua kelompok "Mugee" atau penjual ikan keliling dari Kabupaten Aceh Barat dan dari Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh sudah diambang memuncak terjadi bentrokan.

Pasalnya, kedua kelompok pedagang ikan ini sudah saling hadang menghadang di tengah jalan layaknya sweeping aparat keamanan, bahkan sudah saling mengusir tidak boleh berjualan di kabupaten tetangga.

"Kita berharap Pemda Aceh Barat dan Pemda Aceh Jaya segera menyelesaikan perseteruan muge ini sebelum kondisi panas warga memuncak," kata Ketua Pemangku Hukum Adat Laot,  Aceh Barat, Amiruddin, kepada RRI, Senin (15/7/2019) malam.

Peristiwa penghadangan dilakukan kelompok muge Aceh Barat sepanjang hari ini berkumpul di kawasan Desa Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek, mereka menghadang dan mengusir pulang kendaraan penjual ikan yang berasal dari Kabupaten Aceh Jaya.

"Kami sebenarnya tidak mau berbuat hal - hal semacam ini, tapi kami muge dari Aceh Barat diperlakukan seperti ini di Aceh Jaya. Kami rugi karena tidak dibolehkan berjualan ikan ke Aceh Jaya," kata Idrus Sulaiman (54) salah satu muge Aceh Barat.

Karena para muge di Aceh Barat sudah tidak diperbolehkan lagi berjualan ikan segar ke Aceh Jaya, maka muge di Aceh Barat juga tidak rela, kalau muge Aceh Jaya berjualan dan membeli ikan dari Aceh Barat.

"Kami berharap Pemda Aceh Barat dan  Aceh Jaya serta Panglima Laot membantu menyelesaikan persoalan ini. Buat apa ribut - ribut kalau bisa diperbaiki, tapi kalau kami tidak diterima berjualan di sana, mereka juga tidak boleh kemari," tegasnya.

Aksi sweping selama sehari tersebut tidak sempat ricuh dan bentrokan, beberapa muge dari Aceh Jaya terpaksa berbalik arah karena dihadang tidak boleh jualan dan membeli ikan ke Aceh Barat.

Idrus berkata, aksi ini akan terus dilakukan sampai ada solusi, apalagi para muge di Aceh Barat juga sudah tidak bisa bekerja akibat lapak pasar penjualan ikan mereka sudah dicegah.








tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00