• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Untuk Menekan Angka Kemiskinan di Aceh, HIPMI Minta Pemda Peduli Pelaku Usaha

8 July
13:45 2019
1 Votes (1)

KBRN Jakarta: Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Aceh meminta pemerintah provinsi mau pun kabupaten/ kota lebih peduli sektor ekonomi Mikro dan UMKM untuk menekan angka kemiskinan di Aceh.

"Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa angka kemiskinan di Aceh masih sangat tinggi untuk wilayah Sumatera," kata Ketua Bidang Ekonomi dan Perbankan HIPMI Aceh, Said Rizqi Saifan, SE, dalam pers rilis kepada RRI, Senin (8/7/2019).

Hal ini disampaikan usai menghadiri acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi EXPO 2019 di JCC Jakarta, 6 Juli 2019. Dalam pertemuan itu membahas bagaimana kondisi terkini perekonomian daerah di Indonesia.

Said Rizqi, menyarankan Pemprov Aceh mau pun kabupaten/ kota menaruh perhatian khusus pada sektor ekonomi Mikro dan UMKM karena sektor tersebut sangat membantu membuat masyarakat lebih mandiri tanpa bergantung dengan pemerintah.

Kemudian, agar hal tersebut dapat berjalan dibutuhkan duduk bersama atau "Duek Pakat" antara pemerintah dengan pelaku usaha untuk mencari dan menciptakan pasar bagi ekonomi Mikro dan UMKM di Aceh.

"Karena salah satu kendala karena banyak pelaku usaha di Aceh tidak memiliki akses pasar yang bagus sehingga kebanyakan dari mereka harus gulung tikar atau bergantung kepada regulasi provinsi tetangga," tegas Said Rizqi.

Ia menyampaikan, persoalan ini merupakan hal yang sangat penting untuk dipikirkan bersama oleh semua unsur pemerintah daerah, terutama dari eksekutif dan legislatif, dari pada menyibukkan diri dengan program "legal poligami" di Aceh.

Said Rizqi, mengatakan dengan perolehan dana Otonomi Khusus (Otsus) dan APBA yang besar yang dimiliki Aceh, seharusnya dapat menghasilkan dampak positif bagi perkembangan perekonomian dan menekan angka kemiskinan di Aceh.

"Hal ini perlu kita pikirkan bersama agar pelaku usaha di Aceh tidak hanya bertumpu pada proyek - proyek dana pemerintah. Karena kami melihat perekonomian di Aceh saat ini sangat lesu dan masih bergantung dengan dana dari pemerintah," jelasnya lagi.

Ia mencontohkan, pada setiap ivent nasional seperti yang diselenggarakan saat ini, HIPMI Provinsi Aceh tidak melihat satu pun stand dari kabupaten se - Aceh yang berpartisipasi memamerkan produk - produk unggulan di daerahnya.

"Padahal kita liat antusias dari kabupaten se - Indonesia yang hadir sangat besar di sini dalam memperkenalkan dan memamerkan produk dan potensi UMKM di daerahnya masing - masing," demikian Said Rzqi Saifan, SE.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00