• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

205 ODP di Sumut Diminta Patuh Tidak Keluar Rumah, 36 PDP Dirawat di 12 RS

21 March
16:00 2020

KBRN, Medan : Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Sumatera Utara terus bertambah. Hingga Jumat (20/3/2020), ada 36 PDP yang dirawat di 12 rumah sakit di Sumatera Utara, dan 205 ODP dikarantina rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, saat ini ada 36 pasien yang sedang dirawat sebagi PDP. Dari jumlah tersebut, satu  diantaranya sudah positif Covid-19.

“36 pasien yang sedang kita rawat sebagai PDP, dan 1 orang sebagai positif,” ujarnya di Medan, Sabtu (21/3/2020).

Selain jumlah PDP yang terus bertambah, jumlah ODP juga mengalami pengingkatan signifikan pasca diumumkannya dua pasien positif. Alwi menjelaskan, setelah dua PDP yang dirawat di RSUP H Adam Malik dinyatakan positif Covid-19, pihaknya melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) atau penelusuran untuk mendapatkan kontak erat dengan seluruh orang yang pernah berinteraksi atau melakukan kontak dengan kedua pasien tersebut. Hal itu dilakukan guna memutus rantai penularan Covid-19.

“Skrg kita sudah mendapatkan sekitar 205 orang yang kita isolasi di rumah secara mandiri. Kami berharap 205 orang ini akan melaksanakan (isolasi) dengan serius untuk bisa memutus rantai penularan,” ujarnya.

Menurut Alwi, bertambahnya jumlah kasus PDP dan ODP di Sumut sekarang ini karena ODP sebelumnya, yang diminta mengisolasi diri di rumah secara mandiri tidak patuh dan tetap beraktivitas di luar rumah.

Alwi menegaskan, jika para ODP ini tidak patuh untuk berdiam diri di rumah, dipastikan jumlah kasus ODP dan PDP di Sumut akan bertambah dalam dua minggu depan.

“Dari yang kemarin potisif 2, diperkirakan 2 minggu ke depan akan mengalami peningkatan PDP. Karena itu kita harus serius memutus penularan. Kalau tidak akan jadi lebih rame lagi yang kita hadapi,” ujarnya.

Alwi juga meminta kepada seluruh masyarakat yang pernah berkunjung ke daerah terjangkit untuk melapor ke pelayanan kesehatan terdekat agar dapat diperiksa dan dipantau sebagai ODP.

“Kalau dalam dua minggu ini kita tidak bisa memutusnya, maka dua minggu setelahnya akan ada ledakan lebih dahsyat. Kita akan mendapatkan PDP lebih banyak lagi dan kemungkinan positif lebih banyak lagi,” tegasnya.

Alwi juga berharap masyarakat menggunakan call center tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Sumut, untuk mendapatkan penjelasan terkait Covid-19 dan tidak mencari penjelasan atau informasi dari sumber yang tidak resmi.

Dikatakan Alwi, saat ini tim sedang menunggu alat screening test dari Kemenkes RI untuk memperkuat proses memutus rantai penularan Covid-19.

00:00:00 / 00:00:00