• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

MUI Sumut Tetap Himbau Warga Laksanakan Salat Jumat

20 March
12:08 2020

KBRN, Medan: Menyikapi merebahnya wabah Corona Virus Disease (Covid) -19 di tanah air, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa ibadah salat jumat. Ketua Dewan Fatwa MUI Hasanuddin dalam rilis fatwanya mengungkapkan, setiap umat Islam boleh meninggalkan salat Jumat, bila berada di lingkungan yang memiliki potensi tinggi paparan Covid-19.

Namun, meski MUI pusat telah mengeluarkan fatwa terkait boleh meninggalkan salat jumat dan diganti dengan salat dzhur, namun hal itu belum diberlakukan di Sumatera Utara.

Ketua MUI Kota Medan Prof DR Muhammad Hatta mengatakan, seruan fatwa MUI untuk meniadakan salat jumat untuk diganti dengan salat Dzuhur tidak sama untuk di semua daerah. Dikatakan Hatta, sampai saat ini Sumut khususnya di kota Medan status paparan Covid -19 masih siaga. Berbeda dengan kondisi di provinsi lain seperti Jakarta dan Jawa Barat yang telah berstatus Darurat Covid -19. Maka, MUI Kota Medan tetap mengimbau kepada seluruh umat muslim untuk tetap melaksanakan Salat Jumat. Terutama bagi para kaum Mukallaf.

“Seruan dan himbauan yang terjadi pada beebrapa daerah itu tidak sama apa yang terjadi di Sumut. sampai saat ini Alhamdulillah, daerah di Sumut khususnya di Medan masih siaga, dan belum lagi termasuk gawat darurat. sehinga untuk Medan dan Sumut kami mengimbau untuk tetap mealksanakan salat jumat karena ini merupakan kewajiban bagi para mukallaf. Mukallaf itu disebutkan Rasulullah selain dari pada empat, yang pertama budak (hamba sahaya), perempuan, anak – anak, dan mereka yang sakit. kecuali ada udzur, maka salat jumat ini diwajibkan kepada setiap mukallaf,” ucap Hatta, Jumat (20/3) ditemui di Masjid Raya Al Mashun Medan.

Dikatakan Hatta, terkait Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 berkenaan dengan ekses daripada covid - 19 ini itu lebih banyak ditujukan kepada para ikhtiar dengan tujuan untuk menjaga kesehatan, supaya terhindar dari hal - hal yang menyebabkan manusia terpapar dengan penyakit tersebut. Namun, untuk masyarakat yang sudah terpapar Covid -19 dilarang menjalankan ibadah di masjid untuk menghindarkan penularan penyakit tersebut.

“Kepada mereka yang sudah tertular atau terpapar penyakit ini dalam fatwa itu diminta untuk tidak menularkan kepada yang lain. Salah satunya kemungkinan apabila mereka masuk dalam jemaah. Oleh karena itu, mereka yang terpapar ini untuk tidak salat berjamaah ke masjid tapi salat dzuhur di rumah masing – masing,” jelas Hatta.

Lebih lanjut dikatakan hatta, meski pihaknya belum mengimbau untuk menunda pelaksanaan salat jumat, namun hatta tetap engimbau seluruh jemaah tetap menjaga kebersihan diri, masjid, dan lingkungan. termasuk dihimbau untuk tetap membawa sajadah masing – masing untuk menghindari kontak langsung dengan sajadah masjid. Hal ini juga untuk mengantisipasi penularan penyakit Covid -19.

 “Salah satu himbaun daripada majelis ulama adalah keberhati - hatian kita sehingga misalnya kepada masjid - masjid diharapkan membersihkan sajadah yang ada. Misalnya itu digulung, maka masing – masing kita diharapkan bisa membawa sajadah dari rumah. Ini untuk menghindari kontak langsung yang memungkinkan kita tertular dari penyakit. Karena menghindari jauh lebih baik daripada penanggulangan,” ungkapnya. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

00:00:00 / 00:00:00