• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sekjen Kominfo Ingatkan kembali Hak dan kewajiban ASN Dengan meningkatkan Kesadaran Nilai nilai Pancasila

27 February
19:59 2020
0 Votes (0)

KBRN, Medan :  Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti , kembali mengingatkan   seluruh meminta Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan  Pegawai  Pemerintah  Dengan Perjanjian Kerja ( P3K ) untuk menjaga negara dengan taat  Dan Setia kepada Pancasila, UUD RI 1945, NKRI, dan pemerintah yang sah.

“ Sebagai  Pegawai  yang  telah menerima Hak  Hak dari  Pemerintah ,kita   ASN   mau tidak mau, , kita harus  menjalankan Kewajiban menjaga  Negara ini,” kata Niken  dalam Sambutannya  sekaligus  membuka  Acara  Sosialisasi Pemantapan Nilai-Nilai Pancasila  dikalangan ASN  yang diselenggarakan Sekretariat  Kementerian Komunikasi  Dan Informasi    di Hotel  Soechi Internasaional  jalan Cirebon No.76-A  Medan  (27/02/2020).

Menurut Niken,  ASN   yang menerima hak  gaji  , Sebagai  Aparatur Sipil Negara  yang menerima hal gaji , tunjangan, Cuti , perlindungan  Kesehatan , Pesiun , dan pengembangan  kompetensi serta berbagai fasilitas lainnya  ,  harus menjalankan  Kewajiban  , karena ketentuan itu telah diatur dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.  " Dalam UU tersebut diatur bahwa kewajiban  pertama  ASN yaitu setia dan taat pada Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan pemerintah yang sah.  Kemudian yang kedua  menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa, melaksanakan kebijakan Pemerintah, menaati ketentuan peraturan perundang-undangan, melaksanakan tugas kedinasan, menunjukan integritas dan keteladanan, menyimpan rahasia jabatan, dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah RI," paparnya.

Niken yang juga mantan  Dirut LPP RRI  itu mengatakan  , Untuk  meningkatkan kesadaran Pegawai  Terhadap nilai nilai pancasila tersebut,  Menpan RB   telah mengeluarkan  Surat Edaran kepada Seluruh Kementerian  Dan Lembaga , agar ASN tidak ikut terlibat dalam  kegiatan menyebarkan ujaran kebencian  terhadap 4 konsensus Nasional   yang sudah diikrarkan Dalam Sumpah dan janji  pada awal Pengangkatan ASN. “  janji dan Sumpah  yang kita  ikrarkan  saat diangkat menjadi ASN  harus dilaksanakan , dan tidak boleh dilanggar “  kata  Niken.

.

Sekjen Niken juga mengimbau PNS untuk netral dalam Pemilihan Umum/Presiden/Wakil Daerah/Wakil Rakyat, serta melarang PNS terlibat dalam aktivitas ujaran kebencian. "Larangan keterlibatan PNS dalam aktivitas ujaran kebencian antara lain dilarang mengikuti atau menghadiri kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, serta membenci Pancasila, UUD RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah," jelasnya a.

Selain itu, Sekjen Niken menyebutkan PNS juga dilarang menanggapi atau mendukung sebagai tanda setuju pendapat dengan memberikan likes, dislike, love, retweet, atau comment di media sosial. “Pelanggaran netralitas PNS dan larangan ujaran kebencian dapat dilaporkan melalui email disiplin@kominfo.go.id, yang disertai bukti-bukti antara lain berupa link, screenshoot dan lain-lain,” Kata  Niken yang juga mantan  Dirut LPP RRI ini

Saat Dikonfirmasi Terkait Terkait  Jumlah  Pelanggaran Yang Dilakukan ASN  Terkait  Keterlibatan  Dalam Kegiatan Ujaran Kebencian Di Kalangan ASN , Niken Menyebutkan  Hingga Saat Ini  Berdasarkan Laporan  Yang Masuk Dalam Aplikasi Yang Dikelola Kenterian Kominfo Jumlahnya  Lebih Dari 100 Kasus” kasus ASN yang dilaporkan  ada lebih dari seratus ,  tapi  laporan tersebut  Masih Perlu klarifikasi Pembuktian  Untuk ditindaklanjuti”   jelas Niken

Hadir Sebagai  Pembicara  Dalam Sosialisasi Itu  Kasubdit Kontra Propaganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT- Kolonel Pas Drs. Sujatmiko, Sebagai Pembicara  Dan  Staf Ahli Kemenko Minfo – Zulfan Lindan , Dikuti     Seluruh  Kepala   Dan Perwakilan  Pejabat Struktural  LPP RRI Dan TVRI  Dan   Kepala  Balmon  Spektrum  Frekwnsi Radio Se Sumatera.  .( Rahmi Siregar )

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00