• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Keterbatasan Peralatan Latihan, Angkat Berat Sumut Usung 2 Emas di PON

27 February
13:26 2020
0 Votes (0)

KBRN, Medan Meski perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 masih menysisakan kurang dari delapan bulan lagi, sejumlah cabang olahraga sudah mengusung target medali. Seperti cabang olahraga angkat berat Sumut yang sudah mengklaim targetkan 2 medali emas.

Dalam acara talkshow di studio RRI Medan, Kamis (27/2) pagi, Pelatih angkat berat Sumut Nanang Suheri  didampingi lifter putra Faebolo Dodo Gowasa pun menyatakan target medali di PON ke XX nanti. Diakui Nanang, meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana latihan, angkat berat optimis bisa mewujudkan target dua emas di PON.

“Kalau target tetap harus ada. Insya Allah ya 2 emas meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Makanya latihan atlet kita genjot terus sampai capai target,” ucap Nanang.

Peluang medali emas sangat terbuka lebar melalui lima lifter Sumut yang akan tampil di PON. Pelaung besar medali emas ada di kelas 66 kg putra melalui Faebolo Dodo Gowasa. Meski di Prakualifikasi PON Dodo hanya meraih perak, namun Nanang optimis melihat perkembangan latihan selama ini, atlet berdarah Nias itu bisa melampaui capaian sebelumnya. “Kebetulan ya peluang emas dari Faebolo Dodo ini berpeluang di kelas 66 kilogram. Makanya sekarang kami fokuskan latihan teknik dan kekuatan setiap hari,” ucap Nanang.

terkait sarana dan prasarana yang digunakan untuk persiapan PON, Nanang mengaku miris engan kondisi peralatan saat ini. Slain jumlahnya yang tidak mencukupi untuk latihan para atlet, di satu sisi, kondisi peralatan jauh dari kata layak. Bahkan dirinya sempat meminta bantuan ke pemerintah namun tidak kunjung terealisasi. “Sudah minta bantuan ke pemerintah, cuma sampai sekarang hanya janji – janji saja,” kata Nanang.

Sementara lifter putra Sumut Faebolo Dodo Gowasa mengaku terus rutin menjalani program latihan yang diberikan pelatih sejak berakhirnya PON 2016 silam. Target medali emas yang dibebankan kepadanya tentu menjadi motivasi tambahan bisa mencapai hasil yang terbaik.  Meski di satu sisi minimnya peralatan latihan juga memengaruhi performa para lifter.

“Setelah PON tahun 2016 kita sudah persiapkan diri menghadapi PON 2020 di Papua ini. Terus setelah itu kita berlatih sesuai arahan pelatih dengan mengikuti program menjaga fisik dan kondisi. Untuk menggapai target harus berjalan dengan latihan, harus optimis, istirahat yang bagus, gizi yang bagus. Tapi, kadang suplemen kurang, meski ada bantuan dari KONI,” akuinya.

Meski dengan keterbatasan peralatan latihan, lantas tidak membuatnya patah arang. baginya saat ini ia masih fokus untuk meningkatkan performa sebelum PON 2020 bergulir pada 20 Oktober mendatang.

“Mau tidak mau kita jalankan, namun seperti kendala kita juga untuk capai target. Meski rentan cidera. karena  alat yang ada tidak layak dipakai untuk persiapan PON . Karena sudah beberapa puluhan tahun itu – itu saja,” jawab Dodo.

Saat ini total angkatan terbaiknya untuk di masing – masing angkatan, yakni 282,5 kg untuka ngkatan squats, lalu bench press 182,5 kg dan Deep left  262,5 kg. Menurut Dodo, untuk menguji rekor angkatan hanya bisa dilakukan tiap tiga bulan sekali. Paa PON 2020, Sumut diperkuat lima lifternya. Selain Dodo, juga ada Luwigita Susilo di kelas 72 kg putri. Kemudian untuk kategori putra, Rico Goncalves Sirait (kelas 120 kg), Muhammad Irfan (105 kg), Faebolo Dodo Gowasa (66 kg), dan Teguh Imam Santoso (120 kg). (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00