• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Peserta Bisa Ubah Kelas dan Cek Kamar di RS Lewat Mobile JKN

26 February
18:08 2020
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus memperbaiki aplikasi Mobile JKN. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengecek ketersediaan tempat tidur, melihat jadwal tindakan operasi hingga perubahan kelas.

Kepala Cabang Medan BPJS Kesehatan, Sari Quratulainy mengatakan, penambahan fitur baru dalam aplikasi Mobile JKN tersebut merupakan komitmen BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan, kemudahan serta keterbukaan akses informasi bagi peserta JKN KIS. 

“Fitur-fitur dan program ini diharapkan akan membantu peserta saat membutuhkan pelayanan,” kata Sari, di Medan, Rabu (26/2/2020).

Sari menjelaskan, BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) pada pertengahan November 2019 lalu sepakat melakukan peningkatan kualitas pelayanan. Diantaranya berupa layanan antrian elektronik dalam rangka memberikan kepastian waktu layanan pada peserta JKN-KIS. Selain itu, rumah sakit harus memiliki display informasi ketersediaan tempat tidur untuk perawatan dan komitmen memastikan kemudahan pasien gagal ginjal/ kronis mendapatkan kemudahan layanan cuci darah.

BPJS Kesehatan memenuhi komitmen tersebut melalui integrasi sistem informasi platform bersama antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan dalam aplikasi Mobile JKN. 

“Diharapkan dukungan seluruh fasilitas kesehatan baik itu FKTP maupun FKRTL atau rumah sakit yang bekerja sama untuk dapat mengintegrasikan sistem ini secepatnya. lni bagian dari komitmen BPJS Kesehatan karena tahun ini merupakan tahun pelayanan dan tahun peningkatan kepuasan pelanggan," ujarnya.

Dikatakan Sari, dalam fitur terbaru pendaftaran pelayanan, peserta JKN-KIS dapat melakukan pendaftaran ke FKTP melalui Mobile JKN dan mendapatkan nomor antrian di FKTP. Apabila pasien dirujuk atau membutuhkan pelayanan di rumah sakit, peserta dapat mendaftar ke FKRTL melalui Mobile JKN. BPJS Kesehatan telah mengintegrasikan sistem informasi dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Sari juga menjelaskan fitur terbaru lain yaitu bisa memantau ketersediaan tempat tidur. Fitur ini tersedia sebagai sarana peserta untuk dapat melihat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit sehingga dapat memberikan alternatif pilihan rumah sakit sebagai tujuan tempat rawat inap di Iokasi terdekat peserta.

"Bila suatu ketika rumah sakit tidak dapat menerima pasien rawat inap dengan alasan tidak ada lagi ketersediaan tempat tidur, maka peserta dapat melakukan pengecekan ketersedian tempat tidur pada display tempat tidur tersebut," katanya.

Komitmen lainnya yang disepakati BPJS Kesehatan bersama PERSI adalah kemudahan pelayanan bagi pasien gagal ginjal kronis yang rutin mendapatkan layanan cuci darah (hemodalisis) di rumah sakit dan sudah terdaftar dengan menggunakan sidik jari (finger print). 

Kini, surat rujukan yang berakhir setelah 90 hari dapat diperpanjang di rumah sakit sehingga pasien tidak lagi direpotkan untuk mengurus perpanjangan surat rujukan ke FKTP. Hal ini diharapkan dapat memotong birokrasi dan semakin mempermudah pasien JKN-KIS untuk dapat mengakses layanan cuci darah.

“Selain kemudahan yang sudah disebutkan tadi, ada lagi program BPJS Jemput Bola, di mana BPJS Kesehatan akan hadir di lokasi yang berbeda setiap bulannya untuk memberikan pelayanan administrasi," katanya.

Sari menambahkan, ada juga program BPJS SATU, yakni petugas BPJS Kesehatan yang ada di rumah sakit bertugas memberikan informasi dan menerima keluhan dari peserta JKN-KIS. 

"Petugas BPJS SATU di rumah sakit itu akan dilengkapi dengan rompi warna kuning sehingga mudah untuk dikenali. Contact petugasnya juga ada di loket BPJS SATU jika dibutuhkan," pungkasnya.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00