• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pondasi Pecah, 3 Pekerja Tower Telekomunikasi Di Langkat Tewas

21 February
12:54 2020
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Pada Hari Jumat (21/2) sekitar pukul 11.30 wib, sebuah tiang tower milik Telkomsel yang sedang dalam proses pembangunan di Dusun III Desa Mekar Jaya Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat, terlihat tumbang. Besi pancang berwarna putih yang diperkirakan setinggi 42 meter itu, masih terlihat tergeletak di atas lahan yang dijadikan lokasi pembangunan tower jaringan komunikasi itu. 

Dari informasi yang diperoleh pihak polisi, tower tersebut mengalami rubuh pada Kamis (20/2), sekira pukul 17.30 WIB. Tumbangnya tower jaringan telekomunikasi itu diduga karena pondasi mengalami pecah sehingga merubuhkan bangunan. 

Akibat peristiwa tersebut tiga pekerja tewas karena terjatuh dari ketinggian sekitar 42 meter dan terkena reruntuhan bangunan. Ketiga korban yakni M Agus Wariansyah (24) warga Desa Paya Kerupuk Kecamatan Tanjung Pura. Korban meninggal di lokasi TKP dengan luka dibagian muka, perut, lengan tangan dan retak dibagian dagu dan gigi. Kemudian Zainuddin Salat, (25) warga Dusun 1 Gang Pendidikan Serapuh asli/baja kuning Kecamatan Tanjung Pura, dan Linggom Sitohang, (27) Desa Air Hitam, sempat dilarikan di Rumah Sakit Bidadari, namun akhirnya meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathir kepada RRI menjelaskan, saat ini polisi sudah melakukan olah TKP. Dari kronologis kejadian, ketiga pekerja sedang menaikkan tiang Tower untuk memasang perangkat monting/dudukan perangkat dengan memakai safety belt. Kemudian ketiga korban minta menaikkan air minum dan kunci pas ukuran 30 inci kepada pekerja yang berada dibawah. Tidak lama kemudian Pondasi tiang tower bagian Bawah Pecah dan Tumbang yang sekaligus menimpa ketiga pekerja.

“Tiang tower Tumbang diketinggian 42 Meter. Satu pekerja meninggal dunia di TKP dan kedua korban  sempat dilarikan ke RS Bidadari  Stabat. Tapi, sampai di rumah sakit kedua Korban meninggal dunia Di RS Bidadari Stabat,” jelas Fathir.

Sementara itu, pihaknya juga sudah meminta keterangan dari lima orang saksi, baik dari saksi warga maupu  pihak rumah sakit Bidadari Stabat. Sejauh ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Apalagi pihak perusahaan dalam hal ini telkomsel akan bertanggung jawab terhadap kejadian musibah tersebut.

“Untuk saksi lima ini dari masyarakat sekitar, selain itu pihak dari rumah sakit kami mintai keterangan. Pihak perusahaan Telkomsel dalam hal ini informasi kami dapat sudah ada upaya – upaya untuk komunikasi dengan pihak keluarga atau menyantuni. Tapi, sampai sekarang pihak keluarga masih berduka. Tapi itu, ranahnya perusahaan,” kata Fathir.

Untuk penyebab rubuhnya tower, dugaan sementara karena pondasi tanah yang tidak kuat. namun, hal itu akan dipastikan pada ahli. “Dugaan sementara rubuh, karena pada saat pengecoran kondisi tanah belum kuat. Tapi, untuk memastikan harus ada ahli yang meneliti penyebab pasti rubuhnya tower, mencapai kurang lebih 42 meter,” jelas Fathir.

Sementara Manager Corporate Communication Sumatera, Hadi Sucipto dalam pesan singkat Whatsapp kepada RRI menyatakan, masih berada di bandara. Terkait musibah kecelakaan itu Telkomsel turut prihatin atas musibah yang terjadi dan berduka cita dengan adanya korban jiwa dari pekerja PT AMPS yang merupakan mitra pengerjaan pembangunan tower BTS.

"Saat ini, Telkomsel telah berkoordinasi bersama pihak AMPS selaku penanggung jawab proyek pembangunan tower tersebut untuk dilakukan solusi percepatan pemulihan atas dampak yang ditimbulkan, termasuk pemberian santunan yang sesuai untuk keluarga korban," kata Hadi Sucipto (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00