• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pemerintah Masih Uji Vaksin Virus Demam Flu Babi, Masih Sumut Yang Terjangkit

21 February
11:59 2020

KBRN,Medan: Dengan mengenakan pakaian kemeja putih dan topi putih, Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo menghadiri launcing program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan panen Pedet di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada 20 Februari. Kegiatan launching berjalan lancar dan mendapat sambutan baik dari para peternak dan petani. Cuaca juga bersahabat kala itu.

Usai peresmian, Yasin Limpo berjalan mengunjungi kandang ternak milik masyarakat, kemudian diikuti sejumlah awak media. Saat ditanya tentang merebahnya virus flu babi Di Sumut, Yasin Limpo memastikan pemerintah sedang melakukan uji coba vaksin yang digunakan untuk menangkal penyebaran wabah flu babi yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Sumatera Utara. Namun, pihaknya memastikan jika wabah African Swine Fever (ASF) atau flu babi hanya terjadi di Provinsi Sumatera Utara.

Dikatakan Yasin Limpo virus flu babi yang mengakibatkan 47 ribu lebih ekor babi di Sumut mati, kini trendnya semakin menurun. 

“Masalah flu babi itu hanya ada di Sumut dan trendnya menurun. skarang vaksin yagn ktia siapkan secara nasional juga mulai kita temukan dan kita uji cobakan. ," ucap Syahrul saat kunjungan kerjanya di Sumut.

Syahrul pun menegaskan tidak ada pemusnahan massal babi di Sumut, seperti isu yang beredar sebelumnya. Hanya saja, Yasin Limpo menegaskan proses biosekuriti atau upaya mencegah penyebaran virus ASF itu lebih diperketat. 

"Tentu kita berharap, kalau memang sterilisasinya sudah bisa dilakukan, maka intervensi hadirkan kembali ternak itu lebih baik, dengan manajemen yang lebih tertata tentu bisa mengembalikan kembali kehidupan rakyat dari petrnak babi itu," sebutnya.

Lebih lanjut Yasin Limpo ternak babi di daerah lain di Indonesia masih aman dari wabah ASF. Namun ketika ditanya tentang kematian mendadak ternak babi di Bali, Syahrul tidak menjawab tegas. "Itu case by case. Secara totally enggak ada," ucapnya.

Hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit ASF. Terkait ini, Syahrul menegaskan, pemerintah tengah menyiapkan vaksin. "Sekarang vaksin yang kita siapkan secara nasional juga mulai kita temukan dan mulai diujicobakan," sebut mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu. Dari data dinas Kesehatan Sumut, wabah ASF di Sumut sudah menyebar di 21 kabupaten/kota di Sumut. Sekurangnya 47 ribu lebih ekor babi mati akibat penyakit ini. Kematian massal babi di Sumut berdampak besar bukan hanya di sektor pertanian dan perekonomian, tetapi juga lingkungan, sosial dan lainnya. Sejumlah peternak ditengarai membuang bangkai babi itu secara sembarangan dan sempat menjadi masalah di aliran sungai di sejumlah daerah. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

00:00:00 / 00:00:00