• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Program Pintar Tanoto Foundation Sejalan Dengan Program Merdeka Belajar Mendikbud

18 February
23:13 2020

KBRN, Medan :  Program  Pengembangan Inovasi  untuk Kualitas Pembelajaran ( PINTAR )   yang dilaksanakan Tanoto Foundation   Di Bebagai Sekolah Jenjang  SD /MI  dan SMP/MTs    sejak   tahun 2018  lalu Di  Sumatera Utara  , harus terus  dikembangkan Dan  Didukung Pemerintah Daerah.   “Pasalnya Program PINTAR yang berfokus  membangun paktik-praktik pembelajaran, Manajemen Kepemimpinan Sekolah dan  LPTK tersebut,   sejalan dengan Program Merdeka  Belajar  yang telah dicanangkan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim”  kata  Plt. Kepala Pusat  Penguatan  Karakter  Kemendikbud RI - Ir Hendarman .MSc.Ph.D dalam   Lokakarya  Desiminasi Program Pintar  Provinsi Sumatera Utara  yang digelar di Hotel Inna Medan  Selasa (18/2/2020).

Menurut Hendarman, apa  yang dilakukan  Tanoto Foundation   dalam meningkatkan Mutu Pendidikan melalui Program Pintar  Di lima Provinsi di Indonesia,  yakni  Riau, Jambi, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur, termasuk  Sumatera Utara,  sudah merupakan  Perwujudan  Secara tidak langsung dari Program  Merdeka Belajar . Karena dalam program Pintar itu anak- anak diberikan Kebebasan untuk Berkreasi mengungkapkan ide-ide   kreatif ,  Guru juga melibatkan langsung anak anak  dan orang tua  dalam proses  Pembelajaran.” Kami dari  Kementerian Pendidikan  Juga mendukung  Komunitas  dan Perusahaan yang memiliki kepedulian  Terhadap pendidikan , terutama  yang  terkait dengan Kebijakan Pemerintah”   Kata  Hendarman.

Selama dua tahun program Pintar  berjalan  Di Sumatera Utara  bekerja sama dengan Pemerintah Asahan Kabupaten Karo, Pematangsiantar dan Batubara, serta perguruan tinggi UINSU dan UMSU,  Hendrawan berharap  Tanoto  terus melakukan  desiminasi (Penyebarluasan ) seperti  yang  telah dilakukan di kota Medan , Binjai Dan  Deli Serdang . “  Tanoto harus menjangkau Seluruh kabupaten/kota , bahkan  Semua Ekosistem harus dibangkitkan  termasuk keterlibatan Orangtua , menyetaraan posisi agar koneksi  bathin  antara Guru, Kepala Sekolah  Dan Pengawas tidak ada jenjang  yang menghalangi ide kreatif Kritis, inovatif , untuk mewujudkan Hal yang baik ke depan “  Harapnya

Dan yang pang Penting ,  dalam pelaksanaan Program  Merdeka Belajar  yang pada intinya untuk mengubah  Sikap dan perilaku  dalam proses belajar mengajar  sebagaimana yang diterapkan  pada Program Pintar  ,  Tanoto  juga  harus mampu mengajak  Seluruh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Di Sumatera Utara menjalin kerjasama , “Pemerintah Daerah melalui  kepala Dinas  sangat  bersa perannya untuk mengimplementasikan  Merdeka Belajar “  kata  Hedarman.

 Koordinator Tanoto Foundation Sumatera Utara - Yusri Nasution, hingga saat ini Program  Pintar   yang Dilakukan  melalui konsep MIKIR, mengalami interaksi , menkomunikasikan  dan interaksi  dan Refleksi yang diterapkan guru untuk anak didiknya , Proses belajar mengajar dikelas lebih interaktif  dan tidak konvesional. “ Anak anak diposisikan  sebagai pelaku pembelajaran , lebih  berani  menyampaikan ide ide kreatif ,  karya dan pemikirannya,  sehingga   guru  hanya pembimbing yang mengarahkan”  ungkap  Yusri.

Dampak dari     Penerapan  Program Pintar  dalam proses pembelajaran  di  Sekolah Mitra   Tanoto, kata  Yusri , Guru  lebih kreatif dalam mengajar dan tidak monoton , sedangkan Muridnya  dalam menyerap pelajaran lebih   kreatif berani menyampaikan ide gagasan atau karya tulis “ kami  Tanoto TF menilai hasil  pelaksanaan Program melihat ada peningkatan  kemapuan  anak  dalam literasi , kegiatan yang dilakukan anak juga tematik sebagaimana   yang  sudah  disampaikan kabupaten kota mitra tanoto dalam unjuk karya  nya pada  Kwartal  ahir tahun 2019 lalu    kata Yusri.

Kabupaten Batubara  sebagai salah satu Peemda yang  sudah bermitra dengan Tanoto   dan telah  mengimplementasikan   program PINTAR ,  menargetkan   tahun 2020  seluruh  Sekolah  tingkat SD SMP  yang  ada di Wilayah itu sudah harus mengikuti Desiminasi “ Batubara 2020 ini desiminasinya harus sampai ke Semua Kecamatan yang belum tersentuh  dengan memanfaakan ruang guru dan  fasilitator Daerah”  Kata  Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten BatuBara - Ilyas Sitorus  disela  acara Lokakarya itu.

Menurut Ilyas  yang juga mantan Kabiro Humas Dan Keprotokolan Setda Provsu itu ,  Mendapat Dukungan dari Bupati dan Suntikan dari APBD  , Seluruh Kegiatan  yang  dilaksanakan  Dinas , khususnya berkaitan dengan Guru  di barubara  tahun 2020 ini, akan tetap mengacu  dan dikolaborasikan  dengan Program Tanoto. ( Rahmi Siregar )

00:00:00 / 00:00:00