• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Polemik Kematian Babi di Sumut Jangan Diperluas

13 February
19:38 2020

KBRN, Medan : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Utara, meminta polemik kematian puluhan ribu babi di Sumatera Utara tidak diperluas sehingga mengganggu stabilitas Sumatera Utara. Edy juga menegaskan tidak akan ada pemusnahan babi di Sumut dan terus mencari solusi agar masalah tersebut dapat diatasi.

Hal itu ditegaskan Edy Rahmayadi dalam dalam pertemuan dengan Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin dan Kajati Sumut Amir Yanto, yang juga dihadiri Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia, di Aula Gedung DPRD Sumut, Kamis (13/2/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Edy menegaskan pihaknya terus mencari jalan keluar mengatasi masalah virus ASF yang menjangkiti babi-babi di Sumut. Pihaknya membahas persoalan itu hingga ke tingkat pusat.  

"Semua kami bahas dengan DPR RI, isolasi babi dilakukan agar virus ASF yang menjangkit babi di Sumut tidak meluas. Dibahas juga bagaimana kalau dilakukan pemusnahan, ternyata tidak bisa. Kenapa tidak bisa?  Saat flu burung ada pemusnahan, flu burung itu menjangkit binatang yang lain.  ASF ini tidak menjangkit ternah lain, sehingga babi tidak perlu dilakukan pemusnahan," katanya.  

Dikatakan Edy, pihaknya juga membahas biaya penggantian babi yang mati. Namun ada aturan bahwa tidak ada pergantian ternak kecuali bila dinyatakan sebagai musibah atau bencana nasional.

“Tolong berikan masukan yang baik untuk kami. Khususnya saya,  jangan ada yang bilang, Edy kan Islam jadi anti babi, itu sudah memfitnah. Saya sampaikan di DPR RI, babi di daerah kami adalah adat. Bahkan ada pejabat yang berhasil dari ternak babi," katanya.

Pada kesempatan itu, Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, polemik muncul ketika ada kesimpang siuran informasi.  Hal ini lalu "digoreng" sekelompok orang untuk membuat ketidakstabilan Kamtibmas di Sumut. Ia mengapresiasi demo #savebabi sebelumnua berlangsung tertib. Jika tidak, akan muncul pro kontra yang lebih besar lagi.

"Melalui jaringan yang kita miliki, kita sudah sampaikan ini. Jangan mau kita diadudomba, jangan mau diputar balikkan isu yang tidak benar. Boleh saja berunjuk rasa karena itu dijamin konstitusi. Namun setiap pengunjukrasa harus bertangungjawab. Kalau ada yang belum puas, belum terjawab, mari kita diskusikan lagi," katanya.  

Martuani juga meminta agar isu ini disudahi. 

"Setop isu ini,  tidak mendidik. Malah isu yang memecahbelah rasa keberagaman kita. Langsung masyarakat terbelah antara yang mendukung dan kontra. Kita ingin membangun sumut yang bermartabat, yang sejahtera,” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Sumut baskami Ginting juga meminta kepada seluruh media agar menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa tidak akan ada pemusmahan babi di Sumut. Ia meminta seluruh elemen memikirkan solusinya agar isu ini tidak terus dikembangkan.

Menanggapi akan adanya aksi unjukrasa menolak aksi savebabi sebelumnya,  Edy berharap tidak ada lagi aksi saling menolak.

"Saya harap tidak ada lagi itu. Sudah jangan dibesar-besarkan, kita besarkan Lyondra Ginting (kontestan Indonesia Idol dari Sumut)  saja," ujar Edy.

00:00:00 / 00:00:00