• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Pebasket Sumut Kehilangan Sosok Inspirator Legenda Kobe Bryant

27 January
15:12 2020

KBRN, Medan: Peristiwa kecelakaan helikopter jenis Sikorsky S-76 B yang terjadi di Calabasas California, Amerika Serikat mengakibatkan 8 penumpang dan satu pilot tewas pada Minggu (26/1/2020) pagi waktu setempat.

Kecelakaan itu turut menewaskan legenda pebasket asal Amerika Serikat Kobe Bryant dan anaknya Gianna Maria Onore. Pemain yang bersinar bersama LA Lakers itu tewas usai helikopter yang ditumpangi dari Bandara John Wayne menabrak perbukitan, saat hendak menuju Mamba Academy untuk membawa anaknya berlatih basket. Selain Kobe dan anaknya, helikopter juga ditumpangi pelatih basket orange Coast College John Altobelli dan anaknya Alyssa serta sang istri Keri.

Kabar tewasnya Kobe dalam peristiwa naas itu, membuat kesedihan mendalam bagi dunia olahraga internasional, terkhusus bola basket. Mantan pebasket nasional Juan Harsab Maulana mengaku kaget setelah mendengar kabar tewasnya Kobe. Bahkan Juan awalnya mengaku tidak percaya kabar itu.

"Sedih ya, kaget sih. Aku dengarnya lagi belajar dan ujian. Jadi lagi stres ujian, terus dengar - dengar Kobe kecelakaan helikopter kaget sekali bang," ucapnya, Senin (27/1) kepada RRI.

Juan bahkan dulunya salah satu pebasket yang mengidolakan Kobe maupun legenda lainnya seperti Michael Jordan. Tewasnya pebasket berusia 41 tahun itu, menurut Juan dirinya sangat kehilangan sosok motivator sekaligus inspirator bagi pemain basket saat ini, termasuk baginya.

"Kobe kan idola pemain zaman - zaman dulu. Orang kan banyak main basket karena Kobe atau Michael Jordan. Jadi, kalau Kobe menghilang terlalu cepat, itu gak sesuai umurnya sudah dipanggil itu sedih banget sih. Kehilangan motivator dan inspirator," ucap pemain basket PON Papua ini. 

Menurut penilaian Juan, Kobe adalah sosok pemain yang handal dan memiliki kemampuan lebih baik dari pebasket lainnya. Terlebih, selain sebagai pemain di lapangan, Kobe juga sebagai navigator jalannya pola strategi pelatih.

"Kobe Bryant itu kan etos kerjanya bagus. Dia selalu all out setiap game. Walaupun sudah pensiun, tapi yang paling kehilangan itu Academy Mamba yang baru bikin satu tahun untuk anak - anak Amerika. Tahu - tahu inisiatornya meninggal. Harapannya ya pasti ada penerus Academy Kobe," akui mahasiswa semester 5 kampus STAN ini. 

Sementara mantan pebasket Sumut Gunawan juga mengaku kaget mendengar kabar duka. Bahkan Gunawan awalnya tidak percaya Kobe tewas dalam kecelakaan itu, meski kabar tersebut juga sudah meluas ke media sosial.

"Saya bangun pagi lihat histori terkejut. Sempat gak nyangka lihat histori kawan juga. Saat lihat youtube juga rada tidak percaya. Kurasa semua dunia terkejut dengar kabar ini," akui Gunawan.

Pria yang kini menjadi pelatih klub Wahidin, menilai Kobe adalah sebagai sosok yang sangat pantas dijuluki sebagai the legend basket Amerika bahkan dunia. Sosok Kobe dinilai sangat penting baik saat membela tim LA Lakers maupun bersama Timnas Amerika Serikat. 

"The legend benarlah lah. Cara bawa timnya seperti Jordan total lah. Mau di tim Lakers atau timnas Amerika Serikat. Dia sebagai sosok pemimpin. Pantaslah dia dijukuli the legend," akuinya. 

Dikutip dari situs web Los Angeles Times, helikopter yang ditumpangi Kobe berjenis Sikorsky S76 B diproduksi tahun 1991. Helikopter yang membawa delapan penumpang itu terbang dari bandara John Wayne pukul 09.06 waktu setempat. 

Sementara menurut data Keamanan Penerbangan Nasional Amerika Serikat bahwa helikopter Sikorsky S76 B tidak pernah mengalami kecelakaan. Diduga kabut tebal di atas perbukitan Calabasas, menyebabkan helikopter sempat oleh sebelum akhirnya jatuh menabrak perbukitan. 

Dalam karirnya sebagai pebasket, Kobe turut mengantarkan LA Lakers lima kali juara NBA dan kerap mendapat penghargaan individual, seperti Most Valuable Player NBA tahun 2007 - 2008.

Kobe juga turut mengantarkan Amerika Serikat meraih medali emas di Olimpiade tahun 2008 dan 2012. 
Bryan total bermain sebanyak 1.346 pertandingan sepanjang karirnya sebelum akhirnya pensiun pada musim 2015- 2016. Kobe juga menyandang status pencipta poin terbanyak ketiga dalam sejarah NBA dengan 33.643 poin. 
Dalam akhir hayatnya, Kobe meninggalkan istrinya Vanessa, dan tiga anaknya yang masih hidup yakni Natalia, Bianca, dan Capri. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

00:00:00 / 00:00:00