• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

RSUP Adam Malik Siap Tangani Pasien nCoV

24 January
16:47 2020
0 Votes (0)

KBRN, Medan –  Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik (RSUP HAM) menjadi salah satu rumah sakit pusat rujukan penanganan pasien Novel Corona Virus (nCoV) yang menaungi tiga provinsi di Sumatera, yakni Provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Riau. nCov merupakan virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia dan tengah mewabah di China. 

Awal Januari lalu, RSUP HAM menangani pasien rujukan dari salah satu rumah sakit swasta di Kota Medan yang diduga suspect nCov. Pasien masuk dengan kondisi flu dan baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri. Tapi setelah 3 hari dirawat di ruang infeksius, pasien tersebut dinyatakan negatif nCov.

“Gejala pasien nCoV biasanya flu, sesak dan ada riwayat bepergian ke China atau ke negara lainnya. Kita aware ke situ. Nah pasien seperti ini akan kita evaluasi. Penyebarannya dari udara dan air ludah,” ungkap Koordinator Penanganan Virus Corona Tim PINERE RSUP HAM, dr Ade Rahmaini MKed (Paru) SpP, Jumat (24/1/2020). 

Dia menjelaskan, pemeriksaan pasien nCoV dilakukan melalui pengambilan sampel swap dari tenggorokan yang akan diperiksa di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbang) Kementerian Kesehatan RI serta dengan pemeriksaan darah. Hasil pemeriksaan ini akan keluar dalam 2-3 hari kemudian. Namun, sampai saat ini belum ada vaksin nCoV.

Ade mengaku bahwa RSUP H Adam Malik siap dalam menangani pasien nCoV, baik dari sumber daya manusia melalui Tim PINERE, sarana dan prasarana serta alur penanganan yang tepat sesuai standar prosedur operasional yang berlaku.

“Rumah Sakit Adam Malik sendiri siap menangani kasus ini. Kami punya Tim PINERE (Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging) yang sebenarnya tidak hanya menangani kasus ini saja, melainkan kasus  KLB lain. Sejak tahun 2004 kami telah menangani kasus flu burung dan juga menangani KLB Difteri, serta beberapa KLB lainnya. Alur penanganan kasus ini sudah kita update, APD nya juga ada,” ujarnya.

Tim PINERE RSUP HAM dibentuk sebagai upaya kesiapsiagaan rumah sakit tipe A tersebut dalam menghadapi setiap kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Tim ini terdiri dari 20 orang tenaga medis diantaranya dokter spesialis yang berlatar belakang dari berbagai spesialisasi dan juga pencegah dan pengendalian infeksi.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP HAM, dr Nurna Fauziah MKes menambahkan, ruangan infeksius RSUP HAM dilengkapi dengan 11 ruang rawat yang merupakan ruangan isolasi. Jika sewaktu-waktu pasien yang dirawat melebihi ruangan yang  tersedia, menurutnya rumah sakit berstandar internasional tersebut menyediakan ruangan cadangan dan tidak akan merujuk pasiennya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00