• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Alan Tekad Pertahankan Medali Emas di APG 2020

23 January
19:29 2020
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Kurang dari dua bulan lagi perhelatan ajang ASEAN Para Games 2020 di manila Filipina, dimulai. Ribuan atlet paralimpian dari 10 negara Se Asia Tenggara akan memperebutkan puncak prestasi tertinggi demi negaranya masing – masing. Termasuk bagi Indonesia, yang telah persiapkan para atlet demi mencapai target pertahankan juara umum, seperti yang prnah ditorehkan di ASEAN Para Games 2017 di Malaysia.

Persiapan yang matang terus dilakukan para patriot olahraga difabel Indonesia, termasuk para atlet national paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara yang membela tim merah putih. Optimisme tinggi pun dilontarkan atlet atletik Sumut Alan Sastra Ginting. Pria kelahiran Pancurbatu 22 September 1980 ini optimis bisa persembahkan prestasi terbaik.

Pada Asean Para Games tahun ini, Alan akan bermain di tiga nomor, yakni lempar cakram, lempar lembing, dan tolak peluru F57 putra. Lempar cakram menjadi nomor spelisiasi bagi atlet peraih emas di ASEAN para Games 2017. Begitu juga di nomor tolak peluru, sejauh ini ada peningkatan jarak tolakan dari hasil latihan selama di Pelatnas. Terkait target medali, pria dengan tinggi badan 183 cm ini optimis minimal bisa pertahankan torehan tahun sebelumnya, yakni 2 medali emas.

“Peluang dari tiga nomor sebenarnya andalan saya di lempar cakram. Nomor tolak peluru ada peluang juga karena perkembangan latihan ada peningkatan dari dua tahun lalu. Harapan tim pelatih saya diprediksi harus dapat 2 medali emas,” ucap Alan kepada RRI di Sekretariat NPC Sumut, Kamis (23/1) siang.

Target dua emas dikatakan Alan bukan ucapan semata. Sejauh ini dari hasil latihan yang dijalani selama mengikuti Pelatnas di Solo, Jawa Tengah sejak Mei 2019, ada peningkatan yang cukup signifikan. Untuk nomor lempar cakram, lemparan terbaiknya saat ini adalah 43,50 meter. Begitu juga di nomor tolak peluru dari semula 11,04 meter meningkat menjadi 11,30 meter.

“Kalau di lempar cakram lemparan terbaik di APG tahun 2017 lalu 41,80 meter, dan sekarang bisa sampai 43,50 meter . Sedangkan tolak peluru terbaik saya di Kuala Lumpur 11,04 meter dan terakhir latihan bisa 11,30 meter,” ujarnya.

Meski Alan tidak menapik untuk meraih target dua emas tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Apalagi sejumlah negara pesaing juga telah persiapkan dengan baik. Seperti malaysia, Vietnam, dan Thailand juga memiliki atlet debutan yang potensial. “Persaingan ketat lah diantara negara pesaing. Kami juga sering bertemu, seperti dari Thailand, Malaysia, Vietnam. Hanya kita secara pribadi gak bisa sepele karena event baru baru ini ada debutan baru dari Thailand bagus. Saya tetap tampil maksimal dan Insya Allah bisa kalahkan mereka,” yakin Alan.

Meski pelaksanaan Event harus mundur dua bulan dari jadual sebelumnya, dikatakan Alan hal ini justru menguntungkan bagi atlet untuk melakukan evaluasi serta pemantapan jelang Asean Para Games dimulai.

“Pada awalnya program kita sampai akhir Januari, tapi karena event diundur hingga Maret karena tuan rumah belum siap karena keterbatasan anggaran. Menguntungkan sebenarnya bagi atlet untuk mematangkan lagi menjelang APG. Dalam segi persiapan kemarin kita ada 9 bulan, tapi mundurnya ini kita ada persiapan satu tahun. Jadi, dimana persiapan selama ini, bisa kita matangkan 2 bulan terakhir ini untuk memperbaiki sebelum APG,” ujar Alan.

Selain menjalani latihan, untuk meningkatkan performa di multi event dua tahunan itu, Alan juga menjalani try out ke luar negeri serta mengikuti event. Salah satunya berlaga di ajang Prakualifikasi Paralimpiade 2020, Tokyo. Mulai dari Grand Fix di Tunisia, Paris, hingga Dubai telah dijalani.

 “Selama bulan Mei pelatnas di Solo, ada beberapa kali ikut try out yang juga sebagai ajang Prakualifikasi paralimpik di Tokyo. Ada beberapa kali itu di Mei waktu main di Tunisia. Kemudian di Paris bulan Agustus dan world champions di Dubai pada Oktober. Jadi itu sebagai uji tanding saya dan persiapan saya di Filipina nanti,” jawab Alan.

Alan yang juga menjabat sebagai ketua NPC Sumut ini menjelaskan pada APG 2020 Filipina, ada 25 atlet asal Sumut yang membela Indonesia. Jika tahun 2017 Sumut turut menyumbangkan 18 emas, tahun ini minimal 25 emas bisa diraih para atlet Sumut di APG.

“Kalau total atlet Sumut yang ikut pelatnas ada 25 atlet dari 6 cabor. Peluang atlet Sumut sangat besar. Dari hasil Kuala Lumpur ada 18 emas yang diraih atlet kita, kemungkinan besar di Filipina targetkan 25 emas,” kata Alan.

Pada Asean Para Games 2020 di Filipina akan dimulai sejak 18 – 25 Maret mendatang. Indonesia kembali memasang target juara umum, seperti yang sukses diukir pada Asean Para Games 2017 di Malaysia. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00