• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Rekontruksi Tahap Kedua Pembunuhan Jamaluddin Akan Dilakukan Di 3 Lokasi

15 January
17:47 2020
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara bersama Satreskrim Polrestabes Medan kembali akan melaksanakan rekontruksi tahap kedua kasus pembunuhan hakim pengadilan Negeri Medan Jamaluddin. Sebelumnya rekontruksi tahap pertama dilakukan pada Senin (13/1) lalu. Rekontruksi tahap perencanaan pembunuhan itu, ada 15 adegan yang diperagakan tiga tersangka, di lima lokasi berbeda.

Sementara pada rekontruksi tahap kedua nanti, juga akan menghadirkan ketiga tersangka (ZP, ZH, dan RF) akan memperagakan adegan ulang pembunuhan, mulai penjemputan tersangka, eksekusi pembunuhan, hingga proses pembuangan korban ke TKP. Sementara rekontruksi pembakaran barang bukti jika memungkinkan juga akan dilaksanakan pada Kamis. 

Kabid Humas Polda Sumut Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, untuk rekontruksi lanjutan akan dilaksanakan pada Kamis (16/1) pagi sekira pukul 09.00 wib. Lokasi awal rekontruksi akan dimulai dari lokasi penjemputan tersangka hingga pembuangan korban ke TKP.

“Berkaitan dengan rekontruksi yang kedua, rekontruksi tahap satu yang kemarin sudah dilaksanakan di TKP pertama sampai TKP kelima. Berikutnya rekontruksi kedua kemungkinan besar akan dilakukan hari Kamis. Saya tetap berkoordinasi dengan pihak penyidik, kepastian untuk hari dan jamnya. Kemungkinan besar hari Kamis, berkaitan dengan rekontruksi pada TKP pembunuhan,” ucap Kombes Pol Tatan.

Dijelaskan Tatan, rekontruksi eksekusi akan dimulai dari pasar Johor yang menjadi lokasi penjemputan kedua tersangka ZP dan RF. Selanjutnya menuju TKP rumah korban Jamaluddin di Perumahan Monaco Nomor 22 Medan Johor, dan selanjutnya menuju lokasi TKP pembuangan korban di perkebunan kelapa sawit Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. 

“Dimulai dari penjemputan tersangka sampai ke tahap eksekusi. Kemudian sampai ke pembuangan. (titik) nanti kita tunggu dari penyidik. Karena yang pasti di TKP penjemputan, TKP pembunuhan, dan ada beberapa TKP yang dilalui berkaitan dengan rencana pembuangan korban. Nanti, yang terakhir baru selesai membuang korban sampai nanti terakhirnya adalah TKP terakhir pembuangan,” ujar Tatan.

Jika pada rekontruksi sebelumnya tidak menghadirkan saksi, namun dikatakan Tatan pada rekontruksi selanjutnya akan dihadirkan saksi, mulai dari lokasi rumah korban hingga lokasi TKP pembuangan. “Saksi ada yang dihadirkan, tapi kita belum tahu karena masih menunggu dari tim penyidik,” ucap Tatan. 

Sebelumnya pada rekontruksi tahap perencanaan pembunuhan yang dilakukan di sebuah cafe di jalan Ngumban Surbakti Medan, tersangka RF mengaku bakal diberikan imbalan uang Rp 100 juta rupiah dan umrah oleh tersangka ZH, jika berhasil membunuh Jamaluddin, yang merupakan suaminya. Tidak hanya itu, tersangka ZH juga menjanjikan akan menikah dengan ZP sebagai keseriusan rencana tersebut.

“Jadi pada saat di TKP 3 di Coffe Town disitu kita ketahui bahwa penyampaian dari tersangka ZH meyakinkan kepada tersangka RF bahwa telah melakukan pembunuhan maka, yang bersangkutan menjanjikan uang senilai 100 juta dan akan membawa umrah ekseskutor. Dan meyakinkan juga kepada tersangka RF bahwa telah melakukan pembunuhan tersebut tersangka ZH juga akan menikah dengan tersangka ZP,” jelas Tatan. 

Terkait ada hubungan spesial selama ini antara tersangka ZP dengan ZH, Tatan menegaskan hal itu akan dikuatkan saat rekontruksi nanti. “Dari kenyataan yang kita dengar pada saat rekontruksi seperti itu. Nanti pendalamannya saat rekontruksi tahap kedua di TKP rumah korban,” katanya. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Joko Saputra

    Reporter Medan

  • Tentang Editor

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00