• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Diduga Selingkuh, ZH Tega Habisi Nyawa Jamaluddin

13 January
19:45 2020
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Motif pembunuhan terhadap hakim pengadilan negeri Medan Jamaluddin mulai terungkap, pada proses rekontruksi perencanaan pembunuhan, yang dilakukan tim Ditreskrimum Polda Sumut dan Polrestabes Medan pada Senin (14/1/2020) siang.  

Rekontruksi awal dilakukan di sebuah kafe di salah satu Jalan Ringroad Medan, yang merupakan lokasi pertemuan pertama antara pelaku ZH dengan ZP pada awal November 2019. Rekontruksi juga menghadirkan langsung kedua pelaku yang dilakukan tepat di lantai dua gedung yang saat ini dalam proses renovasi.

Dari adegan rekontruksi, ZH mengaku sudah tidak tahan lagi dengan kondisi rumah tangganya bersama korban Jamaluddin. Bahkan dari adegan rekontruksi yang dibacakan tim penyidik, tersangka ZH mengaku ingin mengakhiri hidup sebagai jalan terakhir. 

"Tersangka ZH mengatakan rasanya ia mau mati saja, dikarenakan banyak masalah dengan almarhum Jamaluddin," ungkap seorang oknum penyidik.

Sementara dari pengakuan ZH, dirinya sudah tidak kuat meneruskan hubungan rumah tangga, karena korban diduga berselingkuh dengan perempuan lain. Bahkan, ZH mengaku waktu sudah mengandung anak pertama, korban pernah membawa perempuan ke rumah. Merasa dikhianati, akhirnya ZH tega menghabisi nyawa suaminya.

"Dengan air mata saya pak, karena suami saya terus menerus berselingkuh dengan perjanjian perempuan – perempuan pak. Dari pertama pernikahan saya, dia selalu mengkhianati saya. Saya lagi hamil pun dia bawa perempuan ke rumah,” ucapnya dengan lirih.

Dikatakan ZH, untuk mengatasi permasalahan rumah tangganya, ia juga sempat meminta bantuan dari keluarga kadung korban. Namun, pihak keluarga juga tidak banyak membantu. “Saya sudah mengadu ke keluarganya dan mengadu ke kakak-kakak kandungnya, adik kandungnya ternyata mereka tidak berdaya apa-apa,” akuinya.

Bahkan, ZH mengaku pernah mengajukan surat perceraian kepada korban. Namun, hal itu ditolak oleh korban karena merasa malu sebagai seorang hakim. “Saya coba minta cerai katanya jangan coba-coba minta cerai dengan saya karena perceraian kedua dari saya. Dia bilang saya akan malu karena saya seorang hakim. Sementara dia menyakiti saya dengan perempuan-perempuannya," jawab ZH.

Sementara tersangka ZP mengatakan, awalnya pada pertemuan tersebut ZH memang curhat kepadanya tentang kondisi rumah tangganya. ZP bahkan sempat memberikan usul agar masalha rumah tangga diselesaikan di pengadilan negeri agama saja. Namun menurut ZH jika hal itu dilakukan maka bisa mengancam nyawa ibu ZH.

“Saya bilang kenapa harus dimatikan? Kenapa tidak diajukan ke pengadilan agama saja. Jadi, kata buk Zuraidah Hanum kalao saya ajukan ke pengadilan agama, nanti mami saya bisa meinggal dunia. Jadi, maskud syaa itu arahan dari saya dulu pada saat itu.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, proses rekontruksi awal ini hanya ingin melihat adegan perencanaan pembunuhan. Sementara rekontruksi ekseskusi rencananya akan dilaksanakan pada kamis mendatang. Dikatakan Tatan, untuk rekontruksi perencanaan pembunuhan dilakukan di sejumlah lokasi yang menjadi pertemuan para pelaku.

"Berkaitan dengan berapa adegan yang dilakukan nanti, kita lihat sama - sama. Kan ada 4 titik, nanti sama - sama kita tunggu. Nanti akan kita lihat sama - sama terkait rekontruksi tersebut. Nanti akan kita sama - sama lihat ada beberapa saksi, karena kan yang pasti tersangka akan dihadirkan. Karena berkaitan dengan perencanaan, berkait tempat - tempat yang mereka jadikan pertemuan untuk rencana pembunuhan,” ucap Tatan.

Seperti diketahui, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) bersama Polresta Medan menggelar rekontruksi perencanaan kasus pembunuhan terhadap hakim pengadilan negeri Medan Jamaluddin, pada Senin (13/1) siang. Proses rekontruksi awal ini hanya terkait rencana pembunuhan yang dilakukan oleh ketiga tersangka. Total ada 15 adegan yang dipergakan tersangka di rekontruksi perencanaan pembunuhan, dari 5 lokasi besar yang dijadikan tempat pertemuan bagi ketiga tersangka. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Joko Saputra

    Reporter Medan

  • Tentang Editor

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00