• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

ZP dan RF Dijanjikan Umrah dan Diimingi Ratusan Juta

13 January
19:06 2020
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Proses rekontruksi perencanaan pembunuhan terhadap hakim pengadilan negeri Medan, Jamaluddin, telah selesai digelar pada Senin (14/1/2020). Ada 5 lokasi yang diduga menjadi tempat perencanaan bagi tiga pelaku pembunuhan, yakni ZH, ZP, dan RF.

Dari lima lokasi yang menjadi pertemuan ketiga tersangka, lokasi ketiga berada di sebuah cafe the Coffe Town, tepatnya di Jalan Ngumban Surbakti, Medan. Di lokasi tersebut menjadi tempat bertemunya tiga pelaku untuk pertamakalinya. Dari hasil rekontruksi, tempat tersebut merupakan lokasi pemantapan rencana pembunuhan terhadap Jamaluddin. 

Usai rekontruksi di caffe town jalan ngumban surbakti Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, di lokasi the Coffe Town para tersangka merencanakan segal hal. Mulai dari pembelian peralatan, pembagian peran, hingga penyerahan uang tunai yang diberikan ZH kepada RF untuk membeli peralatan seperti sebo, sarung tangan, jaket dan handphone di lokasi keempat. 

“Disinilah tempat pertama kali tiga – tiganya bertemu. Kemudian yang keempat itu lokasi lokasi dimana salah satu tersangka membeli sebo, sarung tangan, jaket, sepatu. Jadi semua harus di rekontruksi. Macam – macam tempatnya, tidak hanya di pasar melati, tapi ada beberapa titik,” ucap Kombes Pol Andi Rian, usai memimpin rekontruksi.

Dari proses rekontruksi, pelaku ZH melakukan adegan percakapan dengan ZP dan RF, salah satunya berjanji akan membayar uang senilai Rp 100 juta. Tidak hanya itu, bahkan ZP dan RF dijanjikan akan di umrahkan jika berhasil membunuh suami ZH yakni Jamaluddin. “(100 juta) mungkin itu janji ya, tapi kita tahun di sini itu ada 2 juta yang digunakan untuk beli jaket, sarung tangan. Di sini hanya sebatas bagaimana planning mereka untuk menghabisi korban. Rencananya begitu (janji umrah),” ucap Andi Rian.

Bahkan untuk memastikan janji tersebut, tersangka RF kembali meminta keseriusan niatan ZH agar benar – benar direalisasikan dan tidak sekadar janji belaka kepada ZP yang merupakan kakak tiri dari RF. “Kan ada pembicaraan – pembicaraan mereka di dalam. Nah, disitulah kalau kita melihat tersangka Reza menanyakan kepastikan terhadap tersangka ZH. Bagaimana apakah serius dan sebagainya. Disitulah tersangka RF meminta kepastian kepada ZH apakah betul niatan itu. Kemudian jangan mempermainkan abangnya ZP. Kemudian kalau ini selesai ada janji uang. Selesai itu mereka janji umrah. Mereka itu (RF dan ZP) abang adik beda itu satu bapak,” ucapnya.

Di satu sisi, dikatakan Andi Rian, lokasi pertama pertemuan tersangka ZP dengan ZH terjadi pada awal November 2019, tepatnya di salah satu kafe di Jalan Ringroad Medan. Sedangkan The Coffe town menjadi lokasi ketiga dalam proses rekontruksi perencanaan pada 25 November. “Hanya selang satu dua hari saja. Lokasi pertama di every day awal november. Kita tahu kejadian ini akhir npvember ya. (Janji umrah) di sini tadi di lokasi ini. Bunyi janjinya seperti itu. Ini sekitar tangggal 24 atau 25 November ya,” ucap Kombes Pol Andi Rian.

Dalam pertemuan tersebut, pelaku ZH yang juga istri korban memberikan sejumlah uang 2 juta kepada RF untuk membeli sejumlah peralatan pembunuhan. Termasuk dua unit handphone yang hanya digunakan sekali pakai saja oleh pelaku, untuk menutupi jejak barang bukti. Dari pengakuan tersangka, handphone tersebut juga sudah dibuang ke sungai demi menghilangkan jejak digital. Namun hal itu akan dibuktikan lagi pada saat rekontruksi eksekusi.  

“Saya pastikan bahwa Lokasi pertama itu di Every Day bertemu (ZP dan ZH). Lokasi kedua ZP bertemu RF ketemu di warung RF. Dan ketiga di sini, ketiga tersangka pertama kali bertemu. Setelah menerima uang tadi, RF melakukan pembelanjaan - pembelanjaan. Termasuk dia membeli handhphone sekali pakai dua biji digunakan  hubungan antara ZP dengan ZH. Setelah membuang almarhum di Kutalimbaru, handphone dibuang ke sungai. Ini pengakuan, belum rekon ya. Itu nanti kita cocokkan saat rekon nanti,” jelasnya.

“Mereka menggunakan alat komunikasi yang berbeda dengan yang mereka gunakan sehari – hari dan itu dibuang. Rekontruksi eksekusi nanti hari kamis. Hari ini sebenarnya adegan 15, tetapi lebih dari 5 lokasi. Lokasi besarnya lima, tetapi khusus di adegan 4 bagaimana dia melakukan pembelian – pembelian itu ada di beberapa lokasi,” ucap Andi Rian. 

Seperti diketahui, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) bersama Polresta Medan menggelar rekontruksi perencanaan kasus pembunuhan terhadap hakim pengadilan negeri Medan Jamaluddin, pada Senin (13/1) siang.  Proses rekontruksi awal ini hanya terkait rencana pembunuhan yang dilakukan oleh ketiga tersangka. Total ada 15 adegan yang dipergakan tersangka di rekontruksi perencanaan pembunuhan, dari 5 lokasi besar yang dijadikan tempat pertemuan bagi ketiga tersangka. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Joko Saputra

    Reporter Medan

  • Tentang Editor

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00