• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sumut Tak Miliki Gedung Arsip, DPRD Akan Surati Gubernur

13 January
17:57 2020
0 Votes (0)

KBRN, Medan : DPRD Sumatera Utara akan menyurati Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, untuk menyediakan gedung arsip bagi Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut. Sebab Sumut tidak memiliki gedung arsip sebagai tempat penyimpanan dokumen penting seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan tempat menyimpan seluruh rekaman kegiatan yang terjadi di Sumatera Utara.


Hal itu menjadi salah satu rekomendasi rapat dengar pendapat (RDP) Komisi E DPRD dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, di gedung dewan, Senin (13/1/2020).

Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta mengatakan, gedung arsip sangat penting bagi suatu daerah karena menjadi tempat penyimpanan arsip daerah tersebut.

“Arsip ini sangat penting. Saya pernah kuliah di luar negeri, ada satu gedung besar sekali hanya untuk menyimpan arsip. Jadi mau tahun berapapun arsip itu ada, karena itu catatan sejarah yang ada,” katanya.

Dia menuturkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumatera Utara 2013-2023, salah satunya adalah peningkatan kualitas SDM. Berkaitan dengan hal tersebut, perpustkaan dan arsip harus mendapatkan prioritas. Namun anggaran untuk OPD tersebut justru sangat minim, yakni hanya Rp 35 miliar.

“Anggaran Rp 35 miliar bisa apa dengan motto bermartabat dan sumber daya manusia,” ujarnya.

Hendra Cipta menegaskan, selain akan memperjuangkan peningkatan anggaran untuk Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Komisi E melalui Ketua DPRD Sumut juga akan menyurati Gubsu untuk meminta gedung arsip.

“Kita akan surati Gubsu melalui ketua DPRD, agar kita punya gedung arsip sendiri. Kalau nggak ada kita bangun,” tandasnya.

Sementara Kepala Bidang Arsip Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Herli Selbi Simanjuntak mengatakan, sejatinya Sumut memiliki gedung arsip sejak tahun 1995 di Jalan Pancing Medan. Namun pada 2017, gedung tersebut berpindah pengelolaan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).  

“Di sana kantornya ada dua gedung, terdiri dari masing-masing tiga lantai. Satu gedung untuk ruang pengelolaan arsip dan ruang kerja administrasi dan satu lagi khusus untuk penyimpanan arsip,” ujarnya.

Herli menjelaskan, saat ini satu gedung dipakai menjadi UPT Dispora. Sementara satu gedung lagi sudah dikembalikan secara lisan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut melalui komunikasi antara Kepala Perpustakaan dan Arsip Sumut, Arlen Purba dengan Kepala Dispora Baharudin Siagian.

Menurut Herli, Sumut harus memiliki gedung arsip sendiri mengingat semua arsip harus disimpan di tempat tersebut.

“Arsip ini benar-benar sangat penting karena semua rekaman kegiatan tertuang di atas kertas. Pekerjaan kami sangat luas sebenarnya pak, bukan hanya OPD-OPD Pemprov saja, tapi termasuk juga kabupaten kota, perusahaan swasta, BUMN, BUMD, organisasi politik, ormas, lembaga pendidikan, semua arsip statis dari semua organisasi ini seharusnya tersimpan di kita,” ungkapnya.

Dikatakan Herli, dengan tidak tersedianya gedung arsip, pihaknya sebagai lembaga kearsipan daerah tidak berani untuk menyurati semua ormas, perusahaan swasta, dan lainnya, untuk menyerahkan arsipnya.

“Kami sebagai lembaga kearsipan daerah, harusnya ada dua gedung khusus untuk menyimpan arsip. Dengan kondisi sekarang, kami tidak bisa berbuat banyak untuk pengumpulan penyelamatan arsip Sumut karena penyimpannya tidak tersedia,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00