• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ikan Paus yang Sempat di Selamatkan, di Temukan Kembali Sudah Tidak Bernyawa di Perairan Asahan Sumut

13 January
10:01 2020
0 Votes (0)

KBRN, Tanjungbalai : Ikan paus yang  sempat diselamatkan terdampar kemarin di perairan Asahan desa Silau Baru, Kec Silau Laut, Kab Asahan Sumatera Utara, Rabu (8/1/2020), namun kembali di temukan sudah tidak bernyawa sabtu (11/1) .

Sebelumnya ikan paus yang berukuran 14 meter diperkirakan berat 20 ton ditemukan masih hidup oleh Nelayan saat perairan surut. Maka Pihak pemerintah, polisi, para nelayan setempat mengevakuasi ikan demi keselamatan dan menggiringnya ke perairan laut yang dalam agar kembali ke habitatnya.

Melalui kades desa Silau Baru, Kec Silau Laut di konfirmasi RRI (12/1) Ahmad Sofyan mengatakan di saat mau melanjutkan keselamatannya, ikan sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa diduga kematian perairan musim surut dan dangkal sehingga ikan kurang bebas pulang ke tempatnya. Pihak pemerintah, Polisi, Dinas kelautan dan perikanan dan para nelayan Asahan kembali mengevakuasi bangkai ikan paus.

"Kemudian setelah itu, keberadaan bangkai ikan paus pemerintah setempat dan dinas terkait yang berkompeten sudah saling koordinasi untuk menanganinya, dan merencanakan ada tiga opsi dalam penanganan bangkai ikan tersebut diantaranya menenggelamkannya ke laut, menguburkannya dan membiarkannya ikan rusak nantinya."

"Akhirnya memilih secara terbaik bangkai ikan paus di ikat diperairan Asahan dan membiarkan berlahan rusak sampai dagingnya hilang dan tinggal tulang - tulang"

Ahmad Sofyan menambahkan Sebab tidak memilih opsi yang lainnya hendak menarik bangkai ikannya ketengah laut dan menenggelamkannya, merasa sungguh sulit dilakukan karena ikan terlalu besar.

"Selain itu mau menguburkannya, alat berat menggali tanah dikhawatirkan tidak bisa masuk ke tempat keberadaan bangkai ikan dikarenakan sepanjang perairan pantai hutan mangrove melintangi Asahan, sedangkan letak bangkai ikan paus berjarak 500 meter dari bibir pantai dan tanahnya lembut,"

Sofyan menjelaskan proses pembusukan ikan di air tentunya Pencemaran kondisi kesehatan air pasti ada namun sedikit, tetapi pihak mereka (penangan) menganggap bahwa bakteri itu tidaklah berbahaya sekali, yang di dikhawatirkan bangkai ikan paus sudah mengandung gas amonia bisa saja meledak diperutnya

Diharapkannya masyarakat dan sekitarnya harus jangan ada di area letak bangkai ikan paus, gas amonia bisa membawa bakteri dan penyakit bagi kita semua.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00