• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Jusuf Kalla: Masjid Tidak Pernah Menjadi Perencanaan Radikalisme, Melainkan Kos - Kosan

7 January
15:59 2020
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menegaskan, penyebaran paham radikalisme banyak direncanakan di indekost atau rumah yang disewa dan dikontrak. Menurut Jusuf Kalla, jika ada pihak yang mengatakan rumah ibadah sebagai salah satu tempat perencanaan aksi radikalisme dan terorisme hal itu tidaklah benar.

Jusuf Kalla berharap sejumlah rumah ibadah seperti masjid diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, atau habluminallah semata, namun juga hambluminannas kepada sesama manusia. 

" (Saya) Tidak pernah (dengar) bahwa teror direncanakan di masjid, nggak ada, hampir semua teror direncankaan di kos kosan, jadi lebih berbahaya rumah kos dari pada masjid apabila berbicara radikalisme," ujar Jusuf Kalla di acara pelantikan Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumut, Selasa (7/1) siang di Kampus Pasca Sarjana UINSU, Medan.

Jusuf Kalla juga mencontohkan kasus penusukan mantan Menko Polhukam Wiranto, dimana pelakunya merancang aksinya  di dalam kos - kosan.

"Barangkali itu maka masjid harus dijaga bagaimana harmonisasinya dengan masyarakat, dan selaras dengan masjid, lain lainnya," pinta Jusuf Kalla.

Dalam sambutanya, Jusuf Kalla juga meminta masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ibadah semata, namun juga sebagai tempat pendidikan bagi masyarakat, baik di bidang kesehatan, ekonomi dan lainnya.

"(Misalnya) bagaimana masyarakat  meningkatakn ekonomi lewat kebersamaan dan lewat kewirausahaan lewat koperasi. Maka itu masjid menjadi tempat yang baik. Kita tidak ingin masjid megah tapi masyarakatnya  kumuh dan miskin," pesan Jusuf Kalla. 

Secara khusus, Jusuf Kalla mengapresiasi kerukunan masyarakat Sumut yang tetap terjaga selama ini. Perbedaan adat istiadat, agama, dan budaya justru menyamakan persepsi tentang pentingnya hidup rukun dalam keberagaman. Maka, Jusuf Kalla mencontohkan Sumut menjadi pembelajaran bagi masyarakat lainnya. 

"Masjid juga mempersatukan umat kita ini. Saya bersyukur bahwa masyakarat di Sumut ini memiliki keberagaman baik adat istiadat, keberagaan agama, tetapi selalu hidup rukun. Tidak ada peristiwa yang kita alami seperti terjadi di Ambon, di Poso, atau di Papua. Kita hidup rukun. Ini tentu menjadi contoh dan pembelajaran untuk masyarakat yang lainnya. Tidak lebih karena kita memahami nilai ukhuwah wataniyah. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00