• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Logistik Korban Banjir Bandang di Labura Mulai Disalurkan

30 December
17:05 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Satu hari paska banjir bandang yang melanda dua desa di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), sejumlah bantuan logistik mulai disalurkan. Pulihnya kembali akses jalan yang menuju ke Desa Pematang dan Hatapang juga membantu proses penyaluran bantuan bagi warga yang menjadi korban banjir. Sejumlah logistik yang disalurkan seperti beras, mie instan, susu, teh, dan kebutuhan primer (bahan pokok) lainnya. Serta selimut, pakaian sekolah dan sehari – hari.  

Kabid Logistik BPBD Labura Benny MS mengatakan logistik mulai dibagikan kepada warga yang menjadi korban. Mulai dari Dinas Sosial, BPBD, pihak swasta, dan relawan, serta pemerintah provinsi sudah tiba di posko utama yang disiagakan di dua desa yang terdampak banjir bandang.

“Logistik udah berdatangan tadi dari Dinas sosial termasuk juga dari tim kita sudah turun. Saya lihat tadi dari para pihak swasta dan tim tagana serta relawan juga hadir. Termasuk dari Bank Sumut,” ucap Benny Senin (31/12).

Selain penyaluran logistik, mulai dari BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan para relawan juga mendirikan posko dan dapur umum di dua Desa. Disanalah warga yang kehilangan rumah dan harta benda mendapat bantuan terutama kebutuhan sehari – hari.

“Saat ini kita mendirikan posko dari BPBD, TNI/Polri, Dinas sosial, dan Dinas kesehatan juga ada. Untuk korban saat ini tidak ada. Cuma orang hilang, itupun diduga belum ditemukan. Kalo posko kesehatan dinas kesehatan langssung turun ke Dusun,” terang Benny.

Bagi warga yang kehilangan rumah dikatakan Benny saat ini telah mengungsi ke ruah tetangga, sanak keluarga yang lokasinya jauh dari daerah aliran sungai dan berada di lokasi yang tinggi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi banjir susulan.

“Warga kehilangan rumah dan rusak parah mereka mengungsi ke tempat tetangga atau sanak saudara yang dekat dengan dusun mereka tapi di daerah ketinggian. Kami juga informasikan agar mengungsi ke tempat yang lebih tinggi jangan ke DAS,” imbaunya.

Paska banjir bandang, 9 rumah hanyut terbawa arus air sungai Aek Katia di Desa Pematang. Kemudian 18 rumah mengalami rusak berat. Lalu dua jembatan terputus yang menghubungkan antar dusun Siria – Ria A dan B. Tidak hanya rumah, belasan hektar peladangan warga juga rusak dan fasilitas seperti tiang listrik juga bertumbangan. Sedangkan untuk di Hatapang itu infomasinya sekitar 106 Kepala Keluarga yang terdampak rusak parah dan ringan. Kemudian rumah yang hanyut terbawa aruss ada sekitar 19 rumah. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00