• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Tim SAR Gabungan Cari Korban Satu Keluarga Hingga 3 Kilometer

30 December
17:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Tim SAR gabungan bersama BPBD, TNI/Polri, dan relawan terus mencari keberadaan satu keluarga di Dusun Siria – Ria, Desa Pematang Kecamatan Na IX-X, Kabupaten labuhan Batu Utara (Labura), yang sebelumnya dinyatakan hilang paska banjir bandang yang terjadi pada Minggu (29/12) dini hari.

Kelimanya yakni Ahmad Albar Sipahutar (suami), Cahaya Nasution (Istri), serta ketiga ananknya yakni Reni Yana Sipahutar,  Irul Sipahutar, dan Reja Sipahutar. Pencarian terus dilakukan hingga Senin (30/12) siang, dengan cara menelusuri sepanjang aliran sungai Aek Katia yang dimulai dari lokasi TKP korban tinggal. 

Kabid Logistik BPBD Labura Benny MS mengatakan, dari pengakuan kepala Desa bahwa keluarga Albar kesehariannya memang tinggal di perladangan yang berada di tengah aliran sungai dan diantara tebing. Paska banjir bandang pada Minggu pagi, kelimanya sudah hilang dan pondok yang mereka tempati sudah tersapu oleh derasnya arus sungai dan longsor.

“Itu bukan rumah mereka tinggal di situ. Ini warga si Ria-Ria B. Kesehariannya mereka tinggal di ladang. Kebetulan kiri dan kanannya tebing dan di tengahnya aliran air. Jadi, ketika hujan deras pukul 11 malam di hari Sabtu, paginya warga dan kita turun ke sana pondok – pondok ladang sudah hilang dan longsor,” ucap Benny.

Paska hilangnya satu keluarga yang diduga hilang tersapu banjir bandang, Benny mengaku tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian sejak Senin pagi. Pencarian dilakukan dengan menyisiri sepanjang aliran sungai dari lokasi TKP sejauh 3 kilometer. Namun, kabar kelimanya juga belum diketahui. “Kami koordinasi dengan Basarnas sekitar jam setengah 8 pagi cari ke lokasi yang diduga hilang. Dari perkampungan sekitar 3 kilo menelusuri aliran sungai. Sampai saat ini masih terus dilakukan pencarian. Terkait pencarian jalur udara saya belum dapat informasi,” katanya.

Kemungkinan sesuai dengan SOP Basarnas, pencarian korban akan dilakukan hingga petang pukul 18.00 wib. Jika memungkinkan pencarian akan terus dilanjutkan hingga malam hari, tergantung dari perintah atasan. “Biasanya pencarian dilakukan sampai pukul 6 sore, karena juga meliaht keselamatan tim, begitupun nanti ada petunjuk atau intruksi dari atasan ditambah satu hingga dua jam,” tambahnya.

Banjir bandang juga mengakibatkan puluhan rumah hanyut dan rusak akibat tertimpa material seperti akyu besar, lumpur, kayu, dan bebatuan. Akibatnya, sejumlah fasilitas desa seperti tiang listrik juga tumbang sehingga kondisi listrik juga harus dipadamkan untuk sementara waktu. 

“Kebetulan posisi saya ini agak jauh dari kampung dan kalo di dusun si Ria –Ria A dan B tidak ada sinyal sama sekali. Tiang listrik juga semua tumbang. Listrik semua dipadamkan agar tidak terjadi sesuatu. 

Kerugian materil juga terjadi terhadap belasan hektar sawah milik warga yang rusak akibat terjangan material banjir. Termasuk harta benda, peternakan, dan kendaaraan juga tidak luput terimbas. “Selain dari itu persawahan warga dan pohon – pohon sawit. Kalo saya perhitungkan di Pematang ada 2 hektar sawah. Termasuk harta milik warga,” jawab Benny.

Sementara akses jalan menuju Desa Pematang dan Desa Hatapang di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhan Batu Utara kembali bisa dilalui, paska Banjir bandang yang terjadi di Dusun Siria – Ria, Pada Minggu (29/12) dini hari. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00