• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

14 Rumah hanyut dan 37 Rusak Banjir Bandang di Labura

29 December
17:11 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Belasan rumah di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) hanyut terbawa arus sungai Aek Katia, yang meluap akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak Sabtu (28/12) malam. 

Hujan deras dalam rentang waktu 5 hingga 6 jam ini mengakibatkan banjir bandang di aliran sungai Aek Katia dengan ketinggian air hingga mencapai 2 meter lebih. Akibatnya, rumah warga yang berada di pinggiran Aliran Sungai terdampak oleh material longsor seperti bebatuan, lumpur, hingga batang pohon dari atas pegunungan bukit barisan. 

Hingga Minggu (29/12) siang, Banjir bandang mengakibatkan rumah warga dua Desa di Kecamatan Na IX-X rusak dan hanyut. Dua desa yang terdampak yakni Desa Pematang dan Hatapang. 

Camat Na IX-X Labuhan Batu Utara, Jhon Feri mengatakan untuk di Desa Pematang ada 9 unit rumah hilang karena hanyut dibawa arus deras sungai serta 17 rumah rusak parah di Dusun Siria -Ria A dan B. Kemudian dua jembatan putus dan longsor terjadi sepanjang 100 meter dengan kedalaman 5 meter. Info beredar ada lima orang satu keluarga hilang dan belum ditemukan. Namun pihak BPBD masih mengecek kebenarannya. 

"Namun tidak ada korban jiwa. Total ada 175 orang penduduk Desa Pematang. Sementara di Desa Hatapang total ada 200 jumlah penduduk. Jumlah itu di Desa Hatapang ada 5 rumah hanyut dan 20 rusak parah dengan jembatan satu putus," ucap Feri.

Banjir bandang juga menyebabkan kerugian materil tidak hanya rumah, namun sejumlah harta benda warga, peternakan, dan lahan pertanian. Bahkan warga di Desa Hatapang masih terisolasi akibat putusnya akses jalan jembatan menuju desa lain.   

“Kerugian sawah ada sekitar 15-20 hektar di Desa Pematang akibat tertimbun material kayu, lumpur dan batu. Peternakan belum kita peroleh datanya. Hatapang untuk sementara rumah saja yang rusak karena kami sedang menuju ke lokasi. Fasilitas umum belum ada. Karena akses menuju desa sulit karena berada di bawah kaki gunung bukit barisan. Akibat jembatan putus, sejauh ini masyarakat masih terisolasi. Tapi sudah ada jembatan darurat," katanya.

Sejauh ini tim gabungan BPBD Labura, Pemkab Labura, dan pemerintah Camat dan Desa sudah melakukan upaya penanganan evakuasi masyarakat ke lokasi aman dan pembersihan material longsor dan material yang dibawa arus banjir bandang dengan mengerahkan sejumlah alat berat. Serta mendirikan posko BPBD, Dinas kesehatan, dan Dinas sosial, dibantu personel TNI/Polri, dan masyarakat. 

"Pak Bupati pagi tadi sudah datang meninjau masyarakat yang mengalami musibah untuk memberikan bantuan makanan, dan menurunkan alat berat mulai sore ini, ucapnya.

Warga juga sudah dihimbau oleh tim gabungan untuk tidak tinggal di rumah khususnya yang tinggal di pinggiran DAS. Dikatakan Feri saat ini kondisi debit air di sungai Aek Katia masih tinggi yang bisa membahayakan warga jika terjadi hujan deras. Sejauh ini warga yang rumahnya terdampak parah mengungsi ke sekolah, rumah ibadah, dan di pemukiman warga di daerah ketinggian. 

"Pak bupati langsung turun beri bantuan makanan, sembako, perbaikan jalan yang longsor, kemudian mendatangkan alat berat, dan merencanakan relokasi bangunan rumah di pinggiran sungai. Posko dinas sosial, bpbd dan dinas kesehatan di dua desa sudah disiagakan juga," ungkap Feri.

Sementara kepala BPBD Sumut Riadil Lubis mengatakan, akibat banjir bandang tersebut akses jalan menuju Desa Hatapang tidak bisa dilalui. Akibatnya sejumlah warga terisolasi. Pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Labura, Dinas PU untuk mengerahkan alat berat membersihkan material banjir seperti lumpur dan kayu yang menimbun badan jalan. 

"Ada Desa (terisolasi) Hatapang sejak pagi tadi belum bisa kita akses. Mudah – mudahan spre nanti bisa ke sana. Dengan kondisi alam yang begini, dan kondisi alat terbatas. Saya juga sudah koordinasi dengan PU supaya bisa memobilisasi alat – alat berat untuk pembersihan batu dan kayu. Saya juga sudah koordinasi dengan dinas kesehatan dengan posko terdekat mereka juga sudah stand by bilamana nanti masyarakat terserang penyakit atau ada yang luka. Masyarakat sementara mengungsi di rumah – rumah penduduk di ketinggian. Saya minta sore ini didirikan posko oleh BPBD Labura," jelas Riadil.

Banjir bandang tidak hanya melanda Dusun Siria Ria, banjir juga melanda Dusun Aek Pala, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu. Terdapat sebanyak 11 rumah warga yang terendam air. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00