• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Empat Anak Satu Keluarga Suspect Difteri, Satu Meninggal Dunia

6 December
21:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) merawat empat anak dari satu keluarga yang diduga suspect difteri. Satu anak diantaranya
berinisial HS (5), meninggal dunia.

Penanggung Jawab Pasien (DPJP) Anak RSUP HAM dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, Mked(Ped), SpA, phD mengatakan, keempat pasien tersebut berasal dari Perdagangan, Kabupaten Simalungun.
Saat ini, tiga pasien lainnya yakni YS (6), RS (3), dan MS (2), kondisinya mulai membaik dari kondisi awal ketika datang ke rumah sakit milik Kementerian Kesehatan tersebut.

"Yang abangnya (YS) datang sudah kita prediksi sebagai klinis probable difteri, karena masuk ke rumah sakit memang sudah dengan leher membengkak lalu sel membrannya sudah tertutup. Kita berikan terapi dan responnya bagus. Hari ini sudah bersih semua sudah tidak ada lagi sel membrannya. Kemudian klinis lainnya juga sudah tidak ada," ujar Ayodhia Pitaloka kepada wartawan, di Medan, Jumat (6/12/2019).

Ayodhia menjelaskan, untuk dua pasien lainnya yang merupaka adik YS, yakni RS (3), hanya ada selaput yang masih sedikit dan telah diterapi karena didiagnosa suspect difteri. 

Sementara MS (2), tidak didiagnosa sebagai suspect difteri karena tidak ada klinis ke arah difteri.

"Tidak ada ditemui selaput putih. Namun kita observasi karena dia berkontak dengan keluarga yang lain," jelasnya.

Terkait satu dari anggota keluarga yang meninggal dunia yakni HS (5), merupakan anak kedua dari keluarga tersebut yang datang pertama kali ke RSUP HAM dengan keadaan yang memang cukup berat.

Dijelaskan Ayodhia, HS datang dengan nafas yang sangat sesak, mengorok dan leher membengkak serta terjadi penurunan kesadaran.

"Pada saat sampai juga tekanan darah sudah rendah, nadi juga sudah halus. Jadi memang penyakitnya juga sudah cukup berat untuk mendapatkan tatalaksana yang cepat pun karena progresifitas penyakitnya yang sudah berat. Resikonya sangat besar untuk kematian," ungkapnya.

Menurut Ayodhia, perkembangan difteri sangat cepat, jika lebih dari tiga hari baru dilakukan tindakan maka resiko kematian cukup besar.

Sebelumnya, RSUP Haji Adam Malik merawat pasien suspect difteri yang menyerang empat orang anak asal Kabupaten Simalungun.

Kassubag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, keempat pasien tersebut adalah YS (6), RS (3), MS (2), dan HS (5). Keempatnya merupakan satu keluarga yang terdiri adik dan kakak.

"Saat masuk rata-rata pasien dalam keadaan demam dan nyeri menelan," katanya.

Rosa menjelaskan, pasien yang pertama kali masuk adalah HS pada Senin (2/12/2019) pukul 20.22 WIB. Setelah dua hari dirawat, HS meninggal dunia.

Sementara untuk tiga pasien lainnya, masuk ke rumah sakit tipe A tersebut pada Selasa (3/12/2019). Pasien YS masuk terlebih dahulu pada pukul 04.43 WIB kemudian disusul kedua adiknya RS (3) dan MS (2).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00