• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Polisi Ungkap AH Dibunuh Rekan Dekat Dengan Pisau Cutter

4 December
14:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Masyarakat kembali dihebohkan dengan penemuan sosok mayat perempuan yang ditemukan di kamar kos - kosan di Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, Rabu (4/12/2019) pagi.

Korban diketahui berinisial AH alias Bian (25), yang mengontrak di rumah tersebut. Korban diduga tewas akibat dibunuh, karena ditemukan dalam kondisi tergeletak bersimbah darah dengan menggunakan pakaian. 

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto membenarkan korban tewas di dalam kos-kosan Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, akibat dibunuh. Dugaan korban dibunuh dengan senjata tajam setelah dari hasil olah TKP tampak jenazah korban ditemukan ada luka di bagian leher. Pelaku diduga menggunakan pisau karter untuk membunuh AH yang ditemukan tewas di kamar kos - kosan dalam kondisi mengenaskan. 

"Jadi ada informasi dari masyarakat ada ditemukan sesosok perempuan inisial AH (25) dalam posisi tergeletak bersimbah darah. Dimana diduga kuat korban dibunuh dengan pisau karter yang ditemukan dilokasi. Setelah selesai olah TKP, ditemukan sayatan di leher sebelah kanan dan ada bekas luka benturan di kening bagian atas, pipi dan kaki," ujar Eko Hartanto di lokasi TKP.

Untuk memastikan siapa pelaku pembunuhan terhadap AH, Eko Hartanto mengatakan pihaknya akan mencari kebenaran bukti melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi. "Kami sudah mencari beberapa alat bukti seperti CCTV termonitor. Kita akan memantau melalui CCTV, apa yang dilakukan pelaku sebelum dan sesudah menghabisi nyawa korban," sambungnya.

Dijelaskan Eko bahwa pelaku diduga masuk dan keluar dari kos-kosan korban melalui pintu belakang, bukan melalui pintu depan yang ramai orang berlaku lalang melintas. "Pelaku keluar dan masuk lewat pintu belakang setelah itu dia kabur," ungkap Eko.

HILANGKAN JEJAK

Eko Hartanto mengungkap usai menjalankan aksinya, pelaku diduga sempat berusaha menghilangkan jejak dengan mencuci pisau karter yang dipakai untuk membunuh korban AH.

"Pelaku sempat mencuci pisau karter  yang digunakan untuk habisi nyawa korban. Siap itu, pelaku membuka kaos dan langsung lari," ungkap Eko.

Terkait dugaan kuat pembunuh adalah pacar atau rekan dekatnya, Eko belum berani menyimpulkan pelaku pembunuh korban. Informasi yang dihimpun, dalam keseharian korban sehari-hari memang sering terlihat bersama seorang laki-laki yang merupakan teman dekatnya. Tapi belum bisa dipastikan laki-laki yang sering bersamaan, apakah memang benar pacarnya atau tidak. Karena beberapa warga sekitar menyebut, korban jarang berkomunikasi sama warga lain disekitar lokasi.

"Untuk itu belum bisa kita pastikan. Kita masih lakukan pemeriksaan saksi-saksi dan sebagainya," ujarnya.

Eko memastikan bahwa korban pernah bersekolah di daerah Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. "Korban informasi pernah bersekolah di SMA 1 Tanjung Pura," sebutnya.

Sampai saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembunuhan yang dialami korban. Sekitar pukul 11.57 WIB, satu unit sepeda motor bebek berwarna hitam yang tampak terparkir di depan seberang kos-kosan di pinggir parit tampak diangkut oleh pihak kepolisian ke dalam mobil dobel cabin milik polisi. Sepeda motor yang diangkut itu,  diyakini milik teman dekat AH atau pacar yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap korban.

Tidak lama berselang warga mulai memadati area lokasi jalan samping kos-kosan korban, saat melihat satu unit mobil ambulans berwarna hitam masuk. Melihat jenazah akan segera dibawa, warga mulai mendekati. Tepat pukul 12.14 WIB, jenazah korban AH alias Bian dibawa oleh Tim Inafis untuk dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Medan. (Joko Saputra)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00